Infobenua.Com.Samarinda – Anggota Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kalimantan Timur priode 2022-2025 akan memulai sejumlah tugas dan programnya setelah dilantik oleh Gubernur Isran Noor.
Salah satu program yang akan dijalankan dalam waktu dekat ini kata Kadiskominfo Kaltim H.M Faisal yaitu mensukseskan analog switch off (ASO) pada tanggal 30 April 2022.
“Walaupun pelaksanaannya sebentar lagi, namun saya katakan bahwa Kaltim sudah siap beralih ke digital. Kita semua harus mensosialisasikan Tv Digital pada masyarakat, mudahan berjalan lancar,” ungkapnya.
Di era digitalisasi ini, tantangan KPID Kaltim ke depannya pun tidak mudah. Semakin marak dan bebasnya internet membuat mereka harus memperketat pengawasan agar kejadian yang tidak diinginkan bisa tetap dikontrol.
“Saya sangat berharap agar mereka bisa mensosialisasikan ASO ini, sebab ini merupakan peluang usaha yang besar,” paparnya.
Disinggung terkait tupoksi KPID setelah perpindahan Ibu Kota Nusantara ke Kaltim, Faisal mengatakan bahwa dirinya masih belum mengetahui apakah di Ibu Kota juga akan dibentuk KPI atau tidak.
Namun seperti pesan Gubernur Isran Noor, KPID Kaltim diharapkan dapat membantu mensosialisasikan di masyarakat supaya tidak ada lagi perdebatan tentang IKN.
“Kan IKN ini sudah undang-undang, tidak usah lagi diperdebatkan. Biarkan saja Pusat bekerja dengan baik dan mempersiapkan diri menyambut IKN termasuk kota-kota penyangganya,” kata Faisal.
Menurutnya, banyak hal yang bisa disiapkan dalam rangka menyambut IKN. KPID Kaltim harus mendorong lembaga-lembaga penyiaran swasta dan pemerintah untuk bisa berperan aktif.
“Saat ini ada 130 penyiaran di Kaltim, baik radio maupun televisi. Dan itu banyak sekali. Mudah-mudahan mereka semakin baik bekerjanya, lebih serius dan membantu pemerintah menyiapkan IKN. Setelah dilantik ini mereka langsung bekerja,” jelasnya.
Penulis : Dna






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 118600
Who's Online : 1