Samarinda, Info Benua – Anggota DPRD Provensi Kalimantan Timur (Kaltim) dari Partai Amanat Nasional yaitu H. A. Jawad Sirajuddin, SH., MH., merasa sangat prihatin atas terus bertambahnya warga yang terpapar virus Corona atau Covid 19 di wilayah Kaltim.
Apalagi baru-baru ini telah meninggal seorang pasien perempuan usia 13 tahun, yang sebelumnya memang merupakan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terpapar virus Corona.
Dari keterangan Doker Nana dari Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (RSUD AWS) Samarinda, pasien tersebut masuk RSUD AWS sejak Minggu (26/4/2020) dengan keluhan sesak nafas. Sebelumnya, pasien diketahui mengalami gagal ginjal dan penyakit pemberat (komorbid) lainnya. Hasil rapid tesnyapun diketahui reaktif.
Korban mengidap Covid 19 diketahui bersumber dari orang tuanya yang memiliki hasil rapid test reaktif setelah melakukan perjalanan keluar daerah ke Kalimantan Selatan dan beberapa daerah di Kaltim, dan kini tengah menjalani karantina.
Terkait hal itu H.A. Jawad Sirajuddin, SH., MH., selaku Anggota DPRD Kaltim, menghimbau kepada masyarakat untuk intropeksi diri, harus tenang dan tidak serampangan dalam bertindak terutama hendaknya menunda dulu keinginan untuk bepergian keluar daerah. Hal itu menurutnya agar warga dapat terhindar dari ancaman virus Corona, dan juga tidak turut menyebarkan virus yang berbahaya tersebut kepada warga lain termasuk keluarga di luar daerah.
“Virus Corona ini sangat berbahaya dan kita tidak tahu keberadaannya dimana. Tiba-tiba saja seseorang dapat terpapar positif Covid 19, entah dari mana. Apalagi sekarang memasuki masa puncak Covid 19. Warga harus patuhi anjuran untuk social distancing dan physical distancing, agar terhindar dari virus tersebutr,” kata Haji Jawad Sirajuddin kepada Info Benua.
Lebih jauh Haji Jawad mengatakan bahwa semua elemen masyarakat harus kompak dan bekerja sama untuk mencegah penyebaran virus Corona atau Covid 19 ini, agar tidak semakin meluas dan meminta lebih banyak korban. Menurutnya ini adalah persoalan yang menghinggapi seluruh bangsa-bangsa di dunia, bukan hanya di Indonesia saja. Kepatuhan warganya untuk taat pada anjuran pemerintah, akan dapat menyetop meluasnya penyebaran virus Corona tersebut.
“Perlunya intropeksi untuk menghadapi wabah pandemik Corona atau Covid 19 ini, dengan mematuhi anjuran pemerintah. Termasuk tokoh-tokoh agama, alim ulama…Saya pribadi mengajak untuk berdoa agar Covid 19 dapat sirna seketika apalagi di dalam bulan Ramadhan ini, yang merupakan bulan penuh rahmat,” kata H Jawad (begitu biasa dia dipanggil).
Dia juga meminta kepada seluruh warga Kaltim, terkait masih adanya virus Corona ini, untuk menunda dulu rencana mudik atau pulang kampung dalam menyongsong hari raya Idhul Fitri tahun ini. Karena kalau itu dilakukan, bisa saja akan mendatangkan lebih banyak mudaratnya daripada manfaatnya.
“Saya minta kepada Pemerintah provensi (Pemprov) Kaltim, melalui gugus tugas agar disegerakan dana yang sudah disepakati dengan DPRD Kaltim sebesar Rp 388,5 M., segera diluncurkan dalam bentuk pembagian sembako kepada yang berhak menerima. Masalahnya sangat kompleks karena setelah sirna Covid 19 ini, pemerintah akan fokus menata perekonomian termasuk mencarikan solusi karyawan yang di PHK,” pungkas Haji Jawad. (eka/ib).





















Users Today : 2
Users Yesterday : 15
Total Users : 31984
Total views : 124558
Who's Online : 1