Samarinda, Info Benua – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sugiyono angkat bicara terkait adanya insiden terduga bom bunuh yang terjadi di Gereja Katedaral, Makassar, Minggu (28/3/2021) lalu.
Ia mengungkapkan bahwa adanya insiden tersebut merupakan mencedarai demokrasi dan tolerasi yang hingga saat sekarang dirawat bersama – sama.
“Untuk apa yang terjadi di makassar, saya secara pribadi turut berduka atas terjadinya bom bunuh diri disana, ini mencederai demokrasi dan tolerasi yang sudah kita rawat bersama,” ungkapnya Rabu (31/3/2021).
Ia melanjutkan, kejadian yang seperti itu tidaklah dibenarkan dan harus benar – benar diusut secara hukum, guna tidak terjadinya hal serupa.
“Atas nama apapun yang teror seperti itu tidak dibenarkan dan harus diusut secara hukum, saya juga mengecam ancaman teror dalam bentuk apapun dan dengan dalih apapun,” beber Kader PDI Perjuangan tersebut.
Kendati demikian, Pak Sugiyono sapaan Karibnya mendorong kepada seluruh masyarakat untuk terus menjaga NKRI yang dicintai ini.
“Semoga kita senantiasa terus bisa bergotong royong menjaga toleransi dan keberagaraman yang kita miliki,” imbuhnya. (RDN).






















Users Today : 1
Users Yesterday : 7
Total Users : 31834
Total views : 117976
Who's Online : 1