Infobenua.Com, SAMARINDA – Kehadiran taman Karang Asam menjadi magnet baru tempat wisata bagi masyarakat Samarinda.
Tak main-main, taman yang dibangun dengan menggunakan dana APBD Kota Samarinda tersebut, menelan anggaran hingga Rp 2 miliar. Sehingga diharapkan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat.
“Ini sudah bagus dan itu dibangun pakai APBD cukup besar, Rp 2 miliar. Artinya, ini harus bisa dirasakan dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, ditemui di ruang kerjanya, Selasa (12/4/2022).
Namun demikian, Jasno mengingatkan kepada masyarakat pengunjung taman Karang Asam agar berhati-hati terhadap keberadaan binatang buas, buaya yang sering menampakkan diri di pinggiran sungai tepi taman.
Legislatif dari partai PAN ini juga meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda untuk mendirikan pagar pengaman, untuk menghindari terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.
“Taman itu harus sama-sama kita jaga. Utama juga, karena pagar yang saat ini belum maksimal, masyarakat harus waspada pada buaya yang naik. DLH juga harus membuat pagar yang bisa memberi rasa aman pada masyarakat, karena kadang-kadang anak-anak kecil main di pinggir sungai. Di situ ada buaya dan beberapa kali sempat naik ke sana,” katanya.
“Jangan hanya membuat taman saja, tapi tidak membuat pagar. Akhirnya jangan nanti masyarakat tidak jadi menikmati taman. Itu sudah dibangun dengan APBD yang besar,” sambungnya.
Jasno mengatakan, Komisi III akan segera melakukan pemanggilan DLH Kota Samarinda untuk menggelar hearing.
“Kita rencanakan akan memanggil DLH untuk itu,” pungkasnya.
Penulis : Han





















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31943
Total views : 122131
Who's Online : 1