TANJUNG SELOR, INFO BENUA. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara), diharapkan cermat dalam menata anggaran. Baik itu anggaran perubahan 2017, maupun rancangan anggaran APBD 2018 mendatang.
Demikian arahan yang disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat memimpin rapat staf yang diikuti seluruh pimpinan OPD di Ruang Rapat Lantai I Kantor Gubernur, Senin.
Irianto menyampaikan, agar nota pengantar APBD tahun anggaran 2018 segera disiapkan dengan baik. Di samping itu, OPD diminta lebih memaksimalkan kinerja, agar serapan maksimal dapat diwujudkan.
“Pada APBD 2018, saya ingin program perbaikan rumah miskin masih terus berlanjut, serta tidak lupa program dan kegiatan terkait pendidikan dan kesehatan harus tetap pada prioritas utama. Intinya alokasikan dana yang ada untuk hal-hal yang produktif,” ujarnya.
Gubernur menekankan, agar pada APBD 2018 lebih mengutamakan pada program-program prioritas. “Saya meminta agar semua OPD memprioritaskan kegiatan-kegiatan yang memang mendesak dibutuhkan. Jalan misalnya, utamakan jalan-jalan yang memang sudah bisa dikerjakan. Kalau memang sulit dan masih terkendala, ditunda saja dulu,” kata Irianto.
Sementara untuk daerah perbatasan, Gubernur optimis percepatan pembangunan akan dapat dirasakan masyarakatnya. Apalagi, pada 2018 mendatang, Kaltara akan mendapatkan alokasi yang besar dari APBN. Di mana Kaltara akan mendapatkan alokasi sebesar Rp 3,1 triliun lebih untuk penanganan perbatasan. Dana ini akan dikelola melalui beberapa kementerian terkait.
Terkait nota anggaran perubahan tahun 2017 yang telah diajukan ke DPRD Provinsi Kaltara, gubernur meminta kepada Sekretaris Provinsi dan para asisten, untuk mencermati anggaran perubahan. Selanjutnya, dikarenakan dalam APBN tidak adanya penambahan Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk Kalimantan Utara pada anggaran perubahan tahun 2017, diharap dapat menyesuaikan.
Selain membahas mengenai anggaran, rapat kemarin juga membahas mengenai rangkaian rencana kegiatan Gubernur dalam dua pekan ke depan.
Hal lain yang dibahas dalam rapat tersebt, adalah mengenai persiapan untuk peringatan HUT RI yang ke-72 pada 17 Agustus nanti. Gubernur menginginkan, agar saat upacara nanti, ataupun pada malam resepsi ada pemberian penghargaan kepada beberapa tokoh masyarakat, maupun pihak-pihak yang memiliki prestasi atau telah memberikan kontribusi untuk daerah.
“Nanti melalui OPD terkait yang akan mengatur teknisnya, dan bagaimana kriterianya. Seperti contoh, siswa atau guru teladan dari nanti dinas pendidikan. Kemudian dokter teladan, melalui dinas kesehatan. Begitu juga dengan yang lain. Standar penilaiannya, bisa mengikuti seperti yang di pusat. Namun ini untuk penghargaan dari Provinsi atau Gubernur,” terang Irianto. Masih berkaitan dengan HUT RI, gubernur juga menjadwalkan untuk menghadiri perayaan HUT RI di perbatasan RI, yaitu di Krayan, Nunukan. (hms/adv/as).






















Users Today : 1
Users Yesterday : 7
Total Users : 31834
Total views : 117902
Who's Online : 1