Tanjung Selor, Info Benua — Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memastikan Pemprov tetap berkomitmen menjadikan Pelabuhan Sungai Ular, Simenggaris, Kabupaten Nunukan sebagai pelabuhan permanen, sebagaimana yang dilontarkannya pada Januari 2015 saat berkunjung kesana. Utamanya, perbaikan dermaganya yang saat ini masih berupa kayu, menjadi beton. “Seperti laporan masyarakat dan pengamatan saya, pelabuhan ini cukup banyak dilalui masyarakat. Dan, dengan kondisinya saat ini, rawan sekali. Jadi, harus segera dibenahi,” kata Gubernur.
Pada 2018, Pemprov Kaltara menganggarkan Rp 700 juta untuk paket perencanaan Pelabuhan Sungai Ular. Pelelangannya diumumkan pada 27 Maret lalu, penawaran terakhir 6 April dan lelang selesai pada 2 Mei nanti. “Di 2017, Dishub (Dinas Perhubungan) juga menganggarkan anggaran studi kelayakan dermaganya sebesar Rp 700 juta,” ucap Irianto.
Untuk studi kelayakannya sendiri, Dishub bekerjasama dengan tim pengkaji dari perguruan tinggi. Tim ini akan menilai sejumlah indikator pembangunan dermaga di Sungai Ular. Baik teknis maupun nonteknis. “Ditargetkan pembangunan fisik dermaga dan pelabuhan dimulai pada 2019,” jelasnya.
TOL LAUT
Sejak 2017, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Laut mengeluarkan kebijakan pembangunan transportasi laut regional Kalimantan sebagai bagian dari program pembangunan Tol Laut Indonesia. Ini, kata Gubernur, merupakan upaya yang tepat dari Pemerintah untuk mengatasi ketergantungan masyarakat terhadap produk negara luar.
Program Tol Laut Indonesia ini manifestasinya, berupa penyelenggaraan angkutan barang di laut bersamaan dengan program Rumah Kita di wilayah Kalimantan. “Informasinya, ada 19 lokasi yang ditetapkan. Salah satunya, di Pulau Sebatik dan berada dibawah tanggung jawab PT Pelindo IV,” jelas Gubernur. Adapun rutenya, yakni Nabire, Tobelo, Sebatik, Tidore, dan Sangatta atau Lhoktuan.
Pada Tol Laut, rute yang melalui Pulau Sebatik, Nunukan berada pada kode trayek T-8 dengan jaringan trayeknya, yakni Tanjung Perak-Belang Belang-Sangatta-Pulau Sebatik-Tanjung Perak. Jarak total trayek tersebut, 1.880 mil dengan ukuran dan tipe kapal 500 Deadweight Tonnage (DWT) atau 400 ton. Perusahaan angkutan laut swasta akan melayani 7 trayek Tol Laut, termasuk T-8. Untuk trayek T-8 perusahaan angkutannya, ialah PT Luas Line. (roi/ru/adv).






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31842
Total views : 118268
Who's Online : 1