Infobenua.com, Samarinda – Rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda juga berimbas pada kesejahteraan tenaga honorer di Samarinda
Ya, hal ini diakui oleh Anggota Komisi IV DPRD Samarinda saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, PAD yang belum memadai mengakibatkan Pemkot Samarinda tidak memiliki kemampuan untuk membayar para tenaga honor di Samarinda yang sesuai.
Pihaknya di legislatif Basuki Rahmat juga mengaku kerap didatangi para tenaga honorer. Mereka meminta kepada wakil rakyatnya untuk memperjuangkan hak-hak tenaga honorer yang boleh dibilang honor yang mereka peroleh masih jauh dari kata layak.
“Kemarin beberapa honorer mendatangi kita. Mereka menjelaskan bahwa, kita ini kok pak pendidikan kami tinggi, S1, S2, tapi gaji kita lebih rendah dari pembantu rumah tangga, ” jelasnya Maswedi.
Diketahui, beberapa waktu lalu Pemkot Samarinda melakukan pemangkasan PTTH di wilayah kerja pemkot Samarinda salah satunya PTTH di DPRD juga ikut dipangkas.
Dia menjelaskan, biaya operasional Kota Samarinda yang tinggi per tahunnya tidak seimbang dengan PAD Kota Samarinda sehingga pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk membayar gaji tenaga honor.
“Kalau di samarinda sendiri kita akui kemarin banyak pengurangan. Bahkan solusinya kemarin pemkot melakukan pemangkasan SK di atas 2019. Ya artinya kami jelaskan bahwa mungkin saat iniGaji Honor Menyedihkan, Pemkot Diminta Tingkatkan PAD, Sejahterakan Tenaga Honor
Infobenua.com, Samarinda – Rendahnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Samarinda juga berimbas pada kesejahteraan tenaga honorer di Samarinda
Ya, hal ini diakui oleh Anggota Komisi IV DPRD Samarinda saat ditemui di ruangannya beberapa waktu lalu.
Dikatakannya, PAD yang belum memadai mengakibatkan Pemkot Samarinda tidak memiliki kemampuan untuk membayar para tenaga honor di Samarinda yang sesuai.
Pihaknya di legislatif Basuki Rahmat juga mengaku kerap didatangi para tenaga honorer. Mereka meminta kepada wakil rakyatnya untuk memperjuangkan hak-hak tenaga honorer yang boleh dibilang honor yang mereka peroleh masih jauh dari kata layak.
“Kemarin beberapa honorer mendatangi kita. Mereka menjelaskan bahwa, kita ini kok pak pendidikan kami tinggi, S1, S2, tapi gaji kita lebih rendah dari pembantu rumah tangga, ” jelasnya Maswedi.
Diketahui, beberapa waktu lalu Pemkot Samarinda melakukan pemangkasan PTTH di wilayah kerja pemkot Samarinda salah satunya PTTH di DPRD juga ikut dipangkas.
Dia menjelaskan, biaya operasional Kota Samarinda yang tinggi per tahunnya tidak seimbang dengan PAD Kota Samarinda sehingga pemerintah tidak memiliki kemampuan untuk membayar gaji tenaga honor.
“Kalau di samarinda sendiri kita akui kemarin banyak pengurangan. Bahkan solusinya kemarin pemkot melakukan pemangkasan SK di atas 2019. Ya artinya kami jelaskan bahwa mungkin saat ini pemkot tidak memiliki kemampuan untuk membayar gaji honorer, ” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong pemkot agar terus memaksimalkan pendapatan daerah sehingga bisa berdampak pada taraf hidup masyarakat Samarinda.
“Tapi kami juga terus mendesak pemerintah kota agar terus meningkatkan PAD sehingga taraf hidup masyarakat kita terutama tenaga honorer kita ini juga terangkat kesejahteraannya, ” pungkasnya. pemkot tidak memiliki kemampuan untuk membayar gaji honorer, ” ujarnya.
Untuk itu, pihaknya mendorong pemkot agar terus memaksimalkan pendapatan daerah sehingga bisa berdampak pada taraf hidup masyarakat Samarinda.
“Tapi kami juga terus mendesak pemerintah kota agar terus meningkatkan PAD sehingga taraf hidup masyarakat kita terutama tenaga honorer kita ini juga terangkat kesejahteraannya, ” pungkasnya.
Penulis : syaef






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 118964
Who's Online : 1