Bontang, Infobenua — Komisi Gabungan DPRD Bontang yang terdiri dari Komisi I, II dan III menggelar Rapat Kerja (Raker) dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang prihal Pemanfaatan Lahan Pemakaman Bagi Korban Covid-19 di Bontang. Pada Senin(19/10/2002), pagi.
Agus Haris selaku Wakil Ketua DPRD Bontang sekaligus selaku pimpinan rapat mennyatakan jika dalam jalannya raker terungkap beberapa hal salah satunya terkait penetapan lahan pemakaman jenazah covid-19 ternyata selama ini hanya sebatas lisan. Oleh dari itu DRPD Bontang mendorong agar Pemkot segera melakukan penetapan sesuai dengan prosedur yang ada.
“Kami meminta kepada pemkot untuk segera melakukan penetapan sehingga memberikan kepastian kepada tim gugus untuk melaksanakan pemakaman sehingga kedepannya tidak menyebabkan multi tafsir dimasyarakat,” ujarnya saat ditemui usai memimpin raker.
Kata dia, penunjukan secara lisan oleh Walikota Bontang sebenarnya sudah dapat untuk dijadikan sebuah rujukan bagi bawahannya untuk mengikuti arahan tersebut namun alangkah lebih baiknya rujukan tersebut jika dibarengi dengan surat penetapan yang sah.
“Kami di DPRD memberikan jangka waktu satu minggu kepada pihak Pemkot melakukan penetapan makam pasien covid-19 yang meninggal, semoga dengan dilakukannya penetapan tersebut tidak lagi menimbulkan polemic kedepannya,” katanya.
Dijelaskannya, bahwa pemakaman pasien covid-19 yang meninggal untuk tidak dekat pemukiman berdasarkan permintaan dari warga setempat. Maka dari itu pihaknya meminta kepada Pemkot untuk segera mencarikan lokasi pemakaman khsusu bagi pasien yang meninggal karena covid-19.
“Saya pribadi berharapnya tidak ada covid-19. Tetapi disisi lain hal tersebut tidak dapat untuk ditolak dan memang harus ilakukan antisipasi secepatnya,” bebernya.
“Untuk lokasi pemakamannya nanti pihak kami menyerahkan kepada pemkot. Untuk saaat ini yang masih ada lahan hanya didaerah Bontang Lestari karena untuk di pusat Bontang tentu sudah tidak ada lagi lahhan,” ucapnya.
Terkait jenazah yang sudah dimakamkan di pemakaman tersebut menurut Agus Harish al tersebut tidak perlu lagi untuk dipersoalkan. Disini pemkot harus berperan dengan memberikan pemahaman kepada keluarga pasien covid-19 yang telah meninggal.
“Pemerintah harus menjelaskan seperti apa duduk permasalahannya jika sampai ada kelurga korban yang merasa keberatan nantinya. Saya pribadi juga meminta kepada masyarakat untuk memahami bersama seperti apa kondisi saat ini tentunya dalam hal seperti ini tentu saja pasti ada hal yang terlewatkan dan tidak dapat sempurna secara utuh,” tuturnya.
Sementara itu, Sekda Pemkot Bontang Aji Erlinawati menyampaikan selepas rapat dirinya akan berkoordinasi untuk meninjau taman makam pahlawan seperti apa lokasi topografinya, jika memungkinkan untuk dibangun maka dirinya akan berkoordinasi dengan Pjs. Walikota Bontang mengingat dirinya tidak dapat mengambil keputusan secara sepihak.
“saya akan mengkonfirmasi kepada dinas terkait lahan mana saja yang dapat dijadikan untuk pemukiman sehingga tidak harus teralu jauh dari pemukiman nantiya. Yang terpenting kondisi lahan tidak berair karena itu yang terpenting pastinya,” katanya.
– reporter: JIS
– editor: Ades






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31891
Total views : 120549
Who's Online : 1