Bontang, Info Benua — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bontang l menggalakkan kembali aturan wajib belajar pukul 19.00 hingga 21.00 (19-21).
Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pimpinan Akhmad Suharto tersebut tengah mensosialisasikan Peraturan Walikota (Perwali) Nomor 8 Tahun 2008 kepada Departemen Agama Kota Bontang, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), kecamatan, dan kepala sekolah tingkat SD hingga SMA yang diwakili kelompok kerja kepala sekolah dan Forum Musyawarah Kepala Sekolah.
Bahkan, Disdik Kota Bontang juga telah membentuk tim pengawasan dan pembinaan dari setiap sekolah. “Karena faktor kesuksesan dari program ini adalah keterlibatan berbagai pihak.Tidak hanya Disdik saja,” ujar Kadis Suharto ditemui wartawan belum lama ini.
Nantinya, mantan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, Informatika (Dishubkominfo) itu akan memberikan surat edaran kepada sekolah dan masyarakat Kota Bontang melalui kelurahan masing-masing.
Sedang peran Satpol PP, lanjutnya, lebih kepada pengawasan dan penertiban jika kedapatan berkeliaran di jam belajar tanpa alasan yang jelas.
“Satpol PP akan berpatroli, masyarakat juga dapat melaporkan.Bagi para siswa yang kedapatan berada di luar, akan di berikan bimbingan dan pembinaan dari pihak sekolah,” tukasnya.
Ia pun akan meminta ke masing-masing kelurahan mengajukan salah satu Rukun Tetangga (RT) yang siap dijadikan lokasi percontohan menerapkan aturan wajib belajar 19-12 tersebut.
“Kalau sudah jalan, bisa menimbulkan pengaruh kepada RT yang lain sehingga kualitas pendidikan anak juga bisa menjadi lebih baik,” tandasnya.
Dirinya berharap, lewat kebijakan itu siswa di kota gas dan kondensat ini terhindar dari pergaulan negatif. Disebutkan, ada tiga tujuan dari Perwali Nomor 8 Tahun 2008.
Pertama, menciptakan kondisi belajar anak yang nyaman dan optimal.Dikatakannya, agar poin pertama dapat tercapai jika peran serta orang tua atau wali murid kuat.Hal itu pula yang melandasi poin kedua tujuan Perwali tersebut.
Yakni, mengoptimalkan peran serta orang tua siswa dalam pendidikan informal.Pengawasan dan kebijaksanaan orang tua sangat diperlukan untuk membentuk karakter anak menjadi lebih baik.Poin terakhir, meningkatkan kualitas siswa.
“Kami berharap ketiga poin tersebut dapat di capai. Namun maksud utamanya adalah mengurangi jumlah kenakalan remaja yang ada di Bontang,” jelasnya. (adv/as).























Users Today : 4
Users Yesterday : 2
Total Users : 31885
Total views : 119528
Who's Online : 1