Bontang, Info Benua — Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bontang menyepakati kerja sama program kejar paket A, B dan C dengan Lembaga Permasyrakatan (Lapas) Kelas III A Bontang, di ruang rapat Disdik, Gedung Graha Taman Praja, Senin beberapa waktu lalu.
Kerja sama ini menyasar para warga binaan Lapas yang tak sempat melanjutkan sekolah akibat tersangkut kasus pidana. Program ini pun memberikan kesempatan para napi yang ingin mendapat ijazah sekolah, agar dapat dimanfaatkan setelah bebas.
“Dengan adanya kerja sama ini ke depan akan lebih mudah, siapa pun pejabatnya nanti program ini bisa terus berjalan,” jelas Kepala Disdik Kota Bontang, Ahmad Suharto usai menandatangani MoU dengan Lapas Bontang.
Ahmad Suharto mengatakan, minat warga binaan mengikuti program kejar paket cukup tinggi.Tercatat sekira 104 napi mengikuti program ini pada tahun ajaran ini.Jumlahnya meningkat signifikan ketimbang tahun lalu, yang hanya 20 warga binaan.
Untuk itu, pihaknya merasa perlu membuat kesepakatan bersama agar pelayanan pendidikan warga binaan dapat ditingkatknya.Salah satu wujud konkret dari program ini, yakni peningkatan jadwal temu dengan para peserta kerja paket.
“Sebelumnya kita ketemu dengan Napi hanya 2 kali sepekan, Minggu dan Kamis.Nanti akan kami tingkatkan kalau bisa seperti sekolah umumnya,” kata Suharto.
Sementara itu, Kepala Lapas Bontang, Heru Yuswanto tidak sedikit warga binaan yang bebas, kemudian masuk kembali ke Lapas Bontang.Penyebabnya, mereka tidak memiliki kemampuan bersaing di dunia pekerja.Akibatnya, tindak pidana menjadi solusi untuk memenuhi kebutuhan ekonomi mereka.
“Harapannya setelah keluar Lapas, mereka punya modal ijazah untuk melamar pekerjaan di luar sana. Minimal kalau punya pekerjaan kan tidak akan lagi mengulangi perbuatannya terdahulu,” kata dia.
Dijelaskan, sementara ini para peserta kejar paket berjumlah 104 orang, mereka terbagi menjadi tiga kelas, yakni Paket A sebanyak 45 orang, Paket B sebanyak 31 orang serta Paket C ada 28 orang. Ia menyakini, jumlah ini akan meningkat pada tahun depan.
Syarat bagi para napi mengikuti program ini cukup sederhana, bagi warga binaan yang belum memiliki ijazah SD, cukup menyerahkan fotokopi KTP, sehingga siapa pun bisa mengikuti. (adv/as)






















Users Today : 1
Users Yesterday : 6
Total Users : 31888
Total views : 119711
Who's Online : 1