Samarinda, Info Benua — Anggota Komisi III DPRD Samarinda Jasno menegaskan akan menjadikan kelanjutan proyek itu sebagai prioritas. Seperti untuk Jembatan Bungkuk yang penyelesaiannya membutuhkan anggaran Rp 3,5 miliar. “Kami usahakan agar bisa dikucurkan sesuai pengajuan. Jadi, proyek bisa cepat selesai dan tidak berlarut-larut lagi,” terang Jasno, Senin.
Terdapat sejumlah kegiatan yang pengerjaannya belum rampung di sekitar Samarinda. Di antaranya, Jembatan Bungkuk di Palaran; SD 05, Loa Janan Ilir; Jembatan Muang, Samarinda Utara; Puskesmas Temindung, Sungai Pinang; dan Pasar Baqa, Samarinda Seberang.
Wakil rakyat daerah pemilihan (dapil) Palaran itu membenarkan, progres jembatan di Jalan Adi Sucipto, Bukuan, itu berjalan lamban. Proyek tersebut menyisakan pengecoran badan jalan dan pemasangan pagar. Jembatan itu mulai direnovasi sejak 2015 dengan nilai pengerjaan Rp 19 miliar. Namun, angka tersebut dinilai tak cukup hingga mengakibatkan proyek mandek sejak 2016.
“Tidak hanya Jembatan Bungkuk, proyek mangkrak lain kami prioritaskan juga tahun depan. Seperti pembangunan SD 05 Loa Janan Ilir, Jembatan Muang Dalam, dan beberapa proyek lain. Sekarang Komisi III sedang rapat membahas soal masalah ini,” ucap politikus PAN itu.
Bila tak berlanjut, proyek itu dikhawatirkan menimbulkan masalah lanjutan. Seperti penurunan kualitas material yang sudah terpasang namun tak kunjung terpakai. Terlebih, akses masyarakat jadi terganggu.
Contohnya Jembatan Bungkuk yang merupakan penghubung tiga kelurahan di Palaran, yakni Simpang Pasir, Handil Bakti, dan Rawa Makmur. Selama mangkrak, masyarakat hanya bisa memberdayakan jembatan darurat bermaterial kayu. Fasilitas sementara itu hanya dapat dilintasi kendaraan roda dua. Kondisi serupa juga terjadi di sekitar Jembatan Muang, Samarinda Utara, yang notabene jadi akses utama masyarakat di Kelurahan Lempake. (hms/adv).























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117504
Who's Online : 1