Samarinda, Info Benua — Hingga saat ini Covid-19 masih menjadi momok menakutkan bagi seluruh warga dunia, tanpa kecuali di negara kita Indonesia. Pada gelombang ke 2 penyebaran virus Corona tersebut, agaknya korban yang tewas terus bertambah. Demikian pula yang positif terpapar dan kini dalam perawatan. Semuanya itu menyedot dana yang tidak sedikit dari pihak pemerintah.
Kondisi seperti ini sudah tentu berdampak pula pada perekonomian warga. Kehidupan ekonomi warga menjadi semakin sulit, apalagi yang hidupnya dibawah garis kemiskinan. Perhatian pemerintah sangat diharapkan oleh mereka.
Hal tersebut juga menjadi perhatian Anggota DPRD Provensi Kaltim dari Komisi 4, yaitu H.A. Jawad Sirajuddin SH.,MH. Dia kembali mempertanyakan masalah Bantuan Langsung Tunai (BLT) dari Pemerintah Provensi Kaltim.
BLT untuk tahap pertama kisaran 30 Milyar, yang seharusnya sudah diberikan kepada warga. Namun pada kenyataannya hingga sekarang belum tersalurkan ke masing -masing penerima .
“Lho ini bagaimana, sementara masyarakat sudah bertanya-tanya dan menunggu. Mereka sangat mengharapkan BLT itu ditengah situasi pandemi Covid-19 ini,” kata H.A. Jawad Sirajuddin kepada media ini.
Menurut Haji Jawad – begitu biasa dia disapa, Pemprov Kaltim harus segera merealisasikan ke masyarakat apa yang telah menjadi keputusan pemerintah pusat. Di beberapa daerah lain program BLT itu sudah berjalan sehingga warga bisa menikmatinya.
“Di Kaltim untuk BLT tahap pertama saja belumlah mampu terealisasi, apalagi untuk tahap kedua tak kunjung ada realisasi. Sementara dana dampak Covid-19 sudah disetujui DPRD Provensi Kaltim pada kisaran 526 Milyar. Itu sudah terproses sejak Juni 2020. Harapan kita semua, mohon ini segera di realisasikan,” sambung Haji Jawad.
Di tengah suasana pandemi Covid-19 sekarang ini, program BLT tersebut sangat ditunggu dan diharapkan warga, guna menunjang kehidupan ekonomi mereka. (ru/ek).






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31891
Total views : 120065
Who's Online : 1