Tanjung Selor, Info Benua – Salah satu dampak dari percepatan realisasi investasi di Provinsi Kaltara, adalah tidak menutup kemungkinan masuknya TKA ke Bumi Benuanta-sebutan Kaltara. Ini tak luput dari pengamatan dan analisa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara, sehingga realisasi investasi yang mendorong masuknya TKA tadi tidak memberikan efek negatif terhadap perkembangan Kaltara kedepan.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memastikan, keberadaan investasi dan pelaksanaannya juga faktor penunjang lainnya, termasuk sumber daya manusia yang terlibat di dalamnya, akan menyumbangkan nilai positif bagi pertumbuhan Kaltara. Tak terkecuali penglibatan TKA.
“Salah satunya, daya saing. Karena, TKA yang nanti dilibatkan dalam proses realisasi investasi di Kaltara, adalah yang berkompeten. Dalam artian, mereka telah memiliki skill juga kemampuan yang teruji dan tersertifikasi. Ini harusnya dijawab dengan keberadaan tenaga kerja lokal yang mumpuni juga. Sehingga bisa menjadi salah satu sumber daya utama penggerak pelaksana kegiatan investasi,” kata Irianto.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPR-Perkim) Kaltara, hingga bulan Maret 2018, tenaga kerja konstruksi yang tersertifikasi sebanyak 546 orang. Karena itu, Gubernur meminta agar setiap tenaga kerja bidang jasa konstruksi di Kaltara, dapat memenuhinya. Ini juga berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia dari bidang jasa konstruksi di Kaltara untuk merealisasikan kebijakan pembangunan yang dicanangkan Gubernur.
Terkait dengan itu, untuk meningkatkan kompetensi sekaligus penegasan kemampuan para tenaga kerja di bidang jasa konstruksi di Provinsi Kaltara, bidang Jasa Konstruksi DPUPR-Perkim Kaltara pun terus intens melakukan sosialisasi dan sertifikasi Tenaga Kerja Konstruksi Berbasis Mobile Training Unit (MTU).
Kepala DPUPR-Perkim Kaltara Suheriyatna menambahkan, pada kegiatan ini ada 4 bidang yang menjadi fokus sosialisasi. Yakni, bidang bangunan umum, pengelasan, elektrikal, dan plumbing (perpipaan). “Kami menggelar roadshow ke seluruh kabupaten dan kota di Kaltara untuk kegiatan ini. Pada 2017, kami menargetkan 500 orang tenaga kerja konstruksi untuk mengikuti sosialisasi dan sertifikasi. Per daerah targetnya 100 orang. Dan, hasil akhirnya adalah setiap tenaga kerja yang mengikuti kegiatan ini akan memperoleh SKT,” jelasnya.
Di Kaltara, lanjut Suheriyatna, sebelumnya sudah ada 92 tenaga kerja jakon yang tersertifikasi. Tahun ini, DPUPR-Perkim, untuk Kota Tarakan lewat kegiatan ini menargetkan 80 orang tenaga kerja jasa konstruksi tersertifikasi dari target 500 orang se Kaltara. “Salah satu sarana penunjang pelatihan seperti ini, menggunakan MTU. Nah, sarana MTU ini ada 2 unit, yang penempatannya 1 unit di Tarakan dan satu lagi di Bulungan,” sebutnya. Ditambahkan, MTU di Tarakan, dimanfaatkan juga untuk melayani pelayanan pelatihan dan sertifikasi tenaga kerja jasa konstruksi wilayah Nunukan. Sementara MTU di Bulungan untuk wilayah Malinau dan Tana Tidung. (roi/ru/adv).






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31842
Total views : 118285
Who's Online : 1