Foto: Wakil Ketua DPRD Samarinda Subandi.
Infobenua.id.Samarinda – Masalah kemiskinan terus menjadi potret wilayah perkotaan. Seolah tak ada habisnya, jurang pemisah kesejahteraan masyarakat selalu terbentang lebar. Tuntutan hidup yang tinggi, menjadi salah satu persoalan.
Secara tidak langsung, berdampak kepada tingginya tingkat kejahatan di kawasan kota. Karena tak sedikit masyarakat yang tidak memiliki keahlian, lebih memilih untuk melakukan tindak kejahatan demi memenuhi tuntutan hidup.
Menjawab persoalan ini, Wakil Ketua DPRD Samarinda mengatakan, pemerintah tentu harus mencarikan solusi. Salah satunya dengan mendorong perkembangan pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM).
Hal yang dapat dilakukan adalah dengan menyediakan anggaran untuk melakukan pelatihan bagi UMKM. Hal ini dinilai penting untuk mendorong tersedianya lapangan kerja.
“Karena memang selama ini yang menjadi kendala adalah minimnya anggaran yang tersedia untuk melakukan pelatihan. Intinya mereka harus dibina dan diberi wadah,” tuturnya.
Dikatakannya, pemberdayaan UMKM memang merupakan proyek jangka panjang. Hasilnya tidak dapat diperoleh dalam waktu singkat. Selain itu, harus ada sinergi antara eksekutif dalam mendorong inovasi dan legislatif dalam hal anggaran.
Sekolah-sekolah pun diharapkan mulai memberikan pemahaman kepada pelajar tentang kewirausahaan. Sehingga, sejak dini telah disiapkan untuk menjadi seorang pengusaha.
“Jangan sampai dokrin anak didik kita ke depan berpikir menjadi karyawan. Kalau perlu di kurikulum dimasukkan. Artinya sejak dini mereka sudah siap. Jadi sudah memiliki mental pengusaha,” jelasnya.
Menurutnya, tumbuh kembang kota merupakan bagian dari andil pelaku usaha. Semakin banyak masyarakat berwirausaha, berbanding lurus dengan kenaikan tingkat kesejahteraan. Yang juga berpengaruh kepada tingkat kemiskinan.
Untuk itu, politisi dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera inipun sangat mendukung program pemerintah daerah untuk menciptakan 10.000 UMKM baru. Mendorong terciptanya satu UMKM di setiap RT. Dengan adanya program tersebut, diharapkan akan membuka peluang kerja yang menyerap tenaga kerja lokal.
“Dengan banyaknya pelaku UMKM, pengangguran-pengangguran akan terserap. Jadi mereka tidak lagi mencari pekerjaan, malah menciptakan lapangan kerja. Dalam rangka pertumbuhan ekonomi,” pungkasnya.
Penulis: POT






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31891
Total views : 120010
Who's Online : 1