InfoBenua. Com -SAMARINDA– Walikota Samarinda Andi Harun resmi buka Samarinda festival dengan tema “Samarinda Berani Berubah” di Lapangan GOR SEGIRI.
Samarinda Festival merupakan wadah untuk memperlihatkan hasil karya dari para pelaku usaha ekonomi kreatif yang ada di Samarinda.
Wali kota Samarinda yang turut hadir dan membuka acara tersebut mengatakan, hal tersebut merupakan sebuah upaya untuk memperlihàtkan hasil-hasil karya masyarakat kota Samarinda yang harus di ekspose secara lebih luas.
“Samarinda Festival ini adalah wadah bagi para pelaku ekonomi kreatif, para start-up dan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UMKM) untuk menampilkan hasil karyanya dan meningkatkan sense of belongin atau rasa memiliki kota Samarinda” ucap Andi Harun pada pembukaan Jumat malam (26/3/2022).
Samarinda dengan potensi yang luar biasa, baik dari segi sumber daya manusia(SDM) maupun sumber daya alam(SDA)nya, membuat Budaya yang ada di Kota Tepian ini sangat multi etnis dan juga masih tersimpan di dalam kebudayaan Samarinda.
Dengan sifat entins yang multi cultural, dapat memberikan suasana dan nuansa yang berbeda serta dapat menjadi asset yang tak lekang di makan waktu serta tak ternilai harganya untuk di kembangkan.
“Kita harus menjaga keberagaman budaya sebagai identitas Samarinda adalah modal untuk mewujudkan Samarinda sebagai Kota Pusat Peradaban,” lanjutnya.
Dengan demikian, ia akan memastikan bahwa acara ini akan menjadi gerbang untuk memperkenalkan seluruh kebudayaan dan hasil karya anak Samarinda yang mesti terekspose secara luas.
“kita perlu pastikan bahwa PemKot Samarinda memiliki ruang untuk menunjukkan kelebihan tersebut kepada khalayak, salah satunya adalah mengadakan event Samarinda Festival ini,” kata Orang nomor satu di Samarinda tersebut.
Sementara itu panitia Pelaksana Samarinda Festival Wijaya Pambudi menjelaskan kurang lebih ada 16 subsektor yang nantinya akan berpartisipasi yakni kuliner, kriya, seni pertunjukan, arsitek, musik, aplikasi dan game developer, televisi, iklan, media, radio, dan penerbitan.
Pemerintah juga menyediakan stand secara gratis dan tidak ada uang sewa, dikarenakan tidak memakai jasa event organizer, melainkan adanya kerjasama dengan teman-teman organisasi dan komunitas. Both tahun ini diberikan secara gratis, tidak dipungut biaya sewa, tetapi kami hanya menyediakan 30 both, 20 untuk kuliner dan yang 10 untuk non kuliner.
“Panitia menerapkan protokol kesehatan dan transaksi non tunai, untuk menghindari penularan virus Covid-19. Untuk parkir kendaraan juga akan diberlakukan parkir elektronik (e-parking) sehingga pemilik kendaraan dapat membayar non tunai dan bisa langsung masuk ke dalam pendapatan asli daerah,” pungkasnya.
Penulis : abi/zul.






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 118720
Who's Online : 1