Samarinda, Infobenua – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, pada 16 Maret 2021 lalu telah melakuan uji coba alat pendeteksi Covid-19 GeNos, di Anjungan Karamumus, Balaikota Samarinda.
Diketahui alat pendeteksi virus corona tersebut, melalui hembusan nafas yang dikembangkan oleh Universitas Gajah Mada melalui teknologi artificial intelligense (AI).
Di Kota Tepian Julukan Kota Samarinda, sudah memiliki 7 alat GeNose tersebut. Dan itu di Kalimantan hanya ada dimiliki oleh Pemkot Ibu Kota Kaltim.
Dengan adanya, GeNose tersebut Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Sri Puji Astuti.
Ia mengaku bahwa apapun yang dilakukan oleh Pemkot Samarinda, selagi itu untuk menanggulangi masalah Covid-19 pihaknya sangat mendukung tejtang itu.
“Ya kami sangat mendukung. Dan kalau perlu lebih kerja keras lagi,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat (19/3/2021).
Dengan 7 alat yang dimiliki Pemkot tersebut, sangat bagus sekali. Atas itu ia akan lebih aktif melakukan pemeriksaan terhadap dirinya. Pasalnya alat GeNose tersebut bisa dikatakan terjangkau.
“Selama ini masyarakat kalau mau priksa, harus ada indikasi. Karena biayanya yang mahal jadi perlu indikasi yang memaksa masyarakat untuk priksa. Dengan adanya GeNose biayanya yang rendah, saya kira masyarakat akan melakukan periksa, itukan lebih bagus lagi,” sebutnya.
Sementara itu, terkait bagaimana mengenalkan kepada masyarakat, karena diketahui bahwa alat GeNose tersebut tergolong asing di kalangan masyarakat secara umum.
“Sebenarnya bisa dilakukan baik melalui media, ataupun ke pihak Puskesmas, tingkat Kelurahan, serta RT,” pungkasnya. (RDN)























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117620
Who's Online : 1