Infobenua.Com.Samarinda – Tepat 1 April 2022 Pemerintah Pusat resmi menaikkan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dari 10 persen menjadi 11 persen .
Penyesuaian tarif PPN ini merupakan amanat Pasal 7 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).
Menanggapi kenaikan PPN menjadi 11 persen ini, Wakil Ketua DPRD Kota Samarinda Subandi mengimbau agar masyarakat tetap tenang menyikapi situasi saat ini.
“Saya harapkan masyarakat Samarinda tetap tenang menyikapi situasi ini, jangan panik,” ungkapnya pada media ini.
Menurutnya, kenaikan tarif PPN dan BBM yang bersamaan pada tanggal 1 April 2022 ini memang menjadi beban bahkan akan berdampak bagi perekonomian, khususnya saat menjelang Bulan Suci Ramadhan.
“Sekarang pajak naik, BBM naik, minyak goreng juga naik. Saya yakin kebutuhan 9 bahan pokok pasti akan merangkak naik semua,” terangnya.
Politikus PKS ini mengatakan meski kenaikan PPN dan BBM mempengaruhi perekonomian. Namun kenaikan ini pasti bisa dilewati masyarakat Samarinda.
“Memang sedikit banyaknya juga akan berdampak, tapi saya melihat masyarakat sendiri sudah terbiasa dengan gonjang ganjing ekonomi kita. Benar-benar tidak pas kenaikan ini disituasi sekarang,” paparnya.
Pasalnya, penghasilan atau income masyarakat saat ini pasti stagnan. Ekonomi masyarakat benar-benar belum pulih di masa pandemi ini. Harusnya pemerintah dapat menahan diri dan membiarkan masyarakat recovery terlebih dulu.
“Pemerintah harus menahan diri lah agar masyarakat bisa recovery dulu perekonomiannya. Tahan dulu jika memang tidak bisa mencari solusi keuangan dengan cara atau sumber lain,” pungkasnya.
Disinggung, kenaikkan pajak ini untuk pembangunan Ibu Kota Negara (IKN). Subandi meminta agar tidak berpikir demikian.
“Tidak karena angkanya juga tidak jomplang, kan perpindahan ini menggunakan dana ribuan triliun. Tapi kenaikan ini bisa jadi juga karena hal tersebut, cuma untuk memenuhi. Mungkin untuk menutupi kekurangan anggaran biaya operasional. Namun yang jelas jika dikaitkan dengan IKN tidak lah, cuma ini momentum yang tidak pas,” tegasnya.
Dia berharap masyarakat bisa beradaptasi dengan dengan kenaikan ini dan tidak berdampak terlalu signifikan pada perekonomian.
“Semoga masyarakat Samarinda aman dan damai, tidak menyikapi secara berlebihan,” harapnya.
Penulis : Tim Redaksi























Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 31826
Total views : 117544
Who's Online : 1