Infobenua.id, Samarinda – Sri Puji Astuti selaku Ketua Komisi IV DPRD Samarinda menyebut kenaikan UMK Kota Samarinda sebesar Rp 25.420 dinilai belum ideal.
” Ya emang kenaikan 25 ribu itu ya kayaknya nggak niat gitu naikannya,” papar Sri Puji Astuti di DPRD Samarinda, Jum’at (3/12/2021).
Kendati, Sri Puji mengakui, kenaikan UMK Kota Samarinda dengan jumlah demikian adalah imbas dari kondisi pandemi Covid-19, sehingga menurutnya merupakan sesuatu yang realistis.
“Kalau maunya saya sih kenapa ngga 35? Tapi kan nggak mungkin, karena kita harus realistis dengan keadaan kita, ” jelasnya.
Lebih lanjut Sri Puji, dirinya juga mengapresiasi perusahaan perusahaan yang masih bertahan mempekerjakan karyawan dalam kondisi pandemi Covid-19.
“Masih untung dipekerjakan, karena selama ini perusahaan yang tetap bertahan karena masih untung, ” tambahnya.
Lanjut lagi Sri Puji, dirinya juga mengakui bahwa, untuk standar hidup layak dengan gaji demikian dinilai tidak cukup.
“Kita mau hidup layak di samarinda, untuk biaya tempat tinggal, listrik, air, biaya anaknya sekolah, dengan gaji demikian (Rp 3.137.576) tentunya gak cukup, ” pungkasnya.
Penulis : syaef
Editor : Redaksi Utara






















Users Today : 1
Users Yesterday : 3
Total Users : 31893
Total views : 120927
Who's Online : 1