INFOBENUA-SAMARINDA -Perusda pergudangan, atau yang dikenal dengan istilah PDPAU atau Perusahaan Daerah Pergudangan dan aneka usaha, selama ini cenderung mengecewakan publik Samarinda termasuk anggota DPRD Samarinda.
Pasalnya perusahaan Daerah atau Perusda tersebut sering dinilai gemar melakukan ‘action’ lauching produk tetapi ujung ujungnya berakhir dengan kerugian dan tak memberikan kontribusi apa apa terhadap Pendapatan Asli Daerah atau PAD.
Kondisi itu kerap mengundang sorotan tajam publik Samarinda sebab keberadaan perusda merupakan salah satu pilar harapan untuk bisa memberikan kontribusi income i bagi daerah termasuk harapan Perusahaan itu mampu mengumpulkan pundi pundi PAD.
“sejumlah Perusda sudah sering diberi modal oleh pemerintah, tapi tidak juga mampu menyumbangkan PAD bagi daerah, kita harap perusda jangan sekedar launching program saja tapi realisasinya nihil,” ungkap Novi, salah satu Anggota komisi II DPRD Samarinda, kepada wartawan di gedung DPRD Samarinda.
Novi berharap, peluncuran produk baru PDPAU berupa Telur Sehat atau Telurs, perusahaan Daerah ini mampu berinovasi untuk meningkatkan PAD Samarinda.
Perusda pergudangan dan Aneka Usaha (PDPAU) sendiri diketahui meluncurkan produk baru dalam upaya mendongkrak pendapatan keuntungan usaha yang dijalankannya belum lama ini.
Peluncuran produk tersebut antusias dan mendapat dukungan penuh anggota Komisi II DPRD Samarinda, bahkan memberikan dorongan atas perkembangan ide produk baru Perusda tersebut.
PDPAU pekan lalu diketahui melounching produk baru di Perusda pergudangan yang diberi nama Telurs atau telur sehat.
Telurs, merupakan sebuah program produk perusda Pergudangan untuk menjual telur yang kwalitas dengan jaminan kesehatan yang terjamin kepada masyarakat.
Komitmen itu mendapat tanggapan dan dukungan langsung oleh Novi Miranda, selaku Anggota Komisi II DPRD Samarinda.
Program PDPAU bahkan melakukan pergantian pimpinan Perusda sebagai momen semangat dalam upaya mengembangkan Perusahaannya.
Novi mengungkapkan, program bisnis yang dicanangkan oleh Pimpinan PDPAU yang baru saja dilantik itu, diyakini mampu berkembang dengan sehat, sehingga diharap mampu meningkatkan pendapatan untuk daerah. “Komisi II tentu mendorong kebijakan tersebut, karena itu adalah inovasi baru yang dirancang, memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Novi padda media ini Di Gedung DPRD Samarinda.
Lebih jauh dia mengungkapkan produk baru tersebut baru saja dipromosikan, maka pihaknya pun mengaku akan menunggu hingga setahun kedepan apakah akan berkembang atau tidak.
“Kita tunggu saja gimana perkembangannya, kalau berkembang ya bagus,” tuturnya.
Sebelumnya, sejak keberadaannya, PDPAU tidak berkembang sesuai target yang diinginkan. Semasa kepemimpinan sebelumnya, bahkan berkali kali disuntik modal tetapi belum mampu memberikan sumbangsih terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) bahkan cenderung mengalami kerugian dalam operasionalnya.
Anggota DPRD asal Fraksi PAN pun berharap agar pimpinan yang baru ini mampu memberikan semangat dalam mengemban bisnisnya dengan baik, agar target perolehan PAD Kota Samarinda bisa terealisasi. “Kami akan mengundang kepada manejemen PDPAU untuk konfirmasi progres dari program manejemen pimpinan yang baru ini,” ujar Novi lagi.
Novi juga akan mendorong PDPAU agar gencar melakukan promosi yang kuat dalam rangka upaya meningkatkan PAD, sehingga masyarakat kota maupun masyarakat luar Samarinda memiliki minat berbelanja produk dari PDPAU, termasuk berharap produk PDPAU bisa berdampak pada peningkatan pendapatan UMKM.
Penulis**Anisa























Users Today : 1
Users Yesterday : 1
Total Users : 32086
Total views : 129794
Who's Online : 1