INFO BENUA.ID, Bontang – Anggota Komisi II DPRD Bontang, Bakhtiar Wakkang atau karib disapa BW menyebut proses peminjaman modal usaha di Bank Kaltimtara sangat rumit, hal tersebut diungkapkan saat rapat kerja dengan PT Bank Kaltimtara, Senin (18/10/2021).
Sehingga, kata BW, asas kebermanfaatan dan deviden yang diberikan kian kecil. Ia menyarankan agar rencana penyertaan modal oleh pemerintah kepada Bank Kaltimtara memberi keuntungan tidak hanya dalam bentuk deviden.
“Setiap orang mungkin bisa dibatasi hanya bisa pinjam Rp 10-15 juta. Kalau ada 2 ribu pegawai, bisa sampai Rp 2 miliar perputaran uang di sana,” bebernya.
Kata dia, saran yang disampaikan tersebut bukan tanpa alasan, sebab ada beberapa bank memberikan kemudahan bagi ASN sebagai pegawai pemkot dan kontraktor lokal rekanan pemerintah. Seperti Bank Jabar dan Bank Sulsel sehingga perekonomian menggeliat disana.
“Di Kota Makassar Bank memberikan kemudahan pinjaman tanpa agunan bagi non-PNS dan Kontraktor Lokal rekanan pemerintah,” ujarnya.
BW meminta, kontraktor lokal rekanan pemkot agar tidak dipersulit saat mengajukan pinjaman modal kerja. Selama ini, bank milik daerah itu hanya memberikan 30 persen dari pembiayaan.
“Kalau bisa 100 persen dan tanpa agunan, Kan sudah ada asuransi. Jadi kalau ada masalah di cover oleh asuransi. Sehingga, dengan adanya kebijakan ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan deviden lebih banyak.” jelasnya
Penulis : Hrn
. (HRM).






















Users Today : 5
Users Yesterday : 4
Total Users : 31956
Total views : 123078
Who's Online : 1