INFOBENUA.id.Samarinda.Pemerintah Harus Memperjelas Belanja APBD dan Pengajuan RAPBD
Rapat Badan Anggaran (Banggar) Legislative dan Eksekutif yang berlangsung di DPRD Kaltim, tanggal 7 September lalu belum sejalan.
DPRD menilai Eksekutif atau pemerintah belum mampu memaparkan rincian penganggaran APBD 2022 begitu pula belanja yang di lakukan tahun 2021 ini. Sehingga DPRD meminta agar Banggar dua lembaga di jadwal ulang sambil menunggu rincian data data penunjang atau argument penganggaran pemerintah dalam kwartal belanja APBD Kaltim 2021 ini.
Pihak eksejutif dinilai belum mampu menjalankan pokok pokok pikiran DPRD yang telah disepakati tahun lalu terkait belanja anggaran.
Bahkan terdapat pengajuan anggaran pemerintah ke DPRD tidak rasional sebab pendapatan asli daerah atau PAD Kaltim menurun sementara pemerintah meminta RAPB di naikkan hingga sekian persen.
Menurut Seno Aji Wakil ketua DPRD Kaltim, Pemprov Kaltim mengajukan anggaran atau aplikasi belanja APBD secara gelondongan tanpa rincian peruntukan anggaran belanja untuk apa. “Seno mencontohkan Biaya Tak Terduga atau BTT misalnya, pemerintah menganggarkan untuk dua rumah sakit, yakni RS AW Syahrani dan RS Tanujoso sebesar Rp 66 Miliar tetapi tidak di sertakan rincian, belanja dui sebanyak itu untuk apa saja. “Seluruh anggota DPRD pertanyakan hal itu,”kata Seno Aji.
Sementara Rusman Yakob menyebutkan pemerintah harus jelas penyampaian laporan anggarannya, apakah RAPB yang akan datang atau dana yang sudah dibelanjakan, agar Legislative tidak curiga telah terjadi penyalahgunaan anggaran. “Bukan bermaksud menuding pemerintah tetapi mereka harus menyampaikan laporan itu secara detail dan lengkap disertai data dan angka angka agar tidak memancing kecurigaan,”terang Rusman Yakob, usai Badan anggaran DPRD dan Pemerintah melakukan pembahasan.
Anggota DPRD tak mempermasalahkan belanja atau penganggaran, bahkan jika memungkinkan wakil rakyat akan mendorong pemerintah untuk menambah anggaran jika benar benar memiliki asaz mamfaat bagi masyarakat. “Kita bersyukur jika anggaran habis di belanjakan agar tidak menjadi silva lagi ditahun depan,”tambah Seno Aji lagi.
Sekretaris daerah provinsi Kaltim Sabani, mengungkapkan penyampaian laporan belanja daerah Kaltim sudah sesuai dengan aplikasinya tahun 2021. Berdasarkan evaluasi belanja Kaltim masih butuh peningkatan tambahan anggaran di tahun 2022 mendatang. Alasannya banyak program pemerintah dalam hal pembangunan fisik dan infrastruktur terhambat bahkan tidak berjalan maksimal akibat pandemic covid 19. “Banyak APBD Kaltim dialihkan untuk anggaran penanganan covid 19,”ujarnya.
Sementara itu Kepala BPKAD M.Sa,dudin mengungkapkan diperkirakan belanja APBD tahun 2021 hanya sekitar Rp.700 miliar sedangkan Kaltim akan kembali menyisakan silva anggaran sebesar Rp. 300 miliar. Dari sliva Rp. 300 miliaran itu akan ditambah dari pengurangan biaya perjalanan dinas seluruh SKPD sebesar kurang lebih Rp. 200 miliar. Ditambah lagi potongan dari dana bea siswa sekolah sebesar kurang lebih Rp.150 miliar. Namun sekitar Rp. 200 miliar lebih nanti dana yang dikumpul pemrov Kaltim itu akan di alokasikan untuk penanganan covid 19 tahun 2022 mendatang.
Dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) kepala BPKAD mengungkapkan tetap mengandalkan dari pajak kendaraan dan kontribusi pajak dari tambang batu bara dan minyak bumi. Sayangnya belum bias dirincikan berapa nominal PAD Kaltim tahun 2021 dan 2022 yang akan datang.
“Ketua DPRD kaltim, Makmur HAPK juga mempertegas DPRD meminta laporan penggunaan APBD 2021 diperjelas rincian dan detail penggunannya. Pasalnya pemerintah di nilai memaparkan penggunaan anggaran tahun2021 secara umum sehingga susah di ukur aplikasi penggunannya untuk kegiatan apa.
Meski demikian Makmur HAPK mengaku memaklumi penggunaan anggaran yang disedot oleh penanganan covid 19. Tetapi pihak nya meminta agar anggaran covid untuk jenis tujuan apa yang telah dibelanjakan. “Kita harus menerima laporan yang lengkap dan detail agar kita paham aggaran yang dibelanjakan benar benar memilki asaz mamfaat bagi masyarakat,”terang Makmur.
Penulis anisa






















Users Today : 3
Users Yesterday : 1
Total Users : 32082
Total views : 129229
Who's Online : 1