Samarinda, Infobenua — Kawasan Desa Tanah Datar, Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, rusak parah yang diduga disebabkan dari adanya aktivitas penambangan di sekitarnya. DPRD Kaltim menyebut apabila dilakukan pembenahan akan percuma, jika tidak menyelesaikan penyebabnya.
Wakil Ketua DPRD Kaltim, Muhammad Samsun berkata sebenarnya sudah berkali-kali menyuarakan untuk aktivitas tambang di sekitar Desa Tanah Datar itu di evaluasi dan di hentikan. Karena, itu salah satu penyebab terbesar dari rusaknya jalanan. “Berapapun dana yang di anggarkan akan tetap rusak terus. Percuma di baikin akan kembali rusak, kalau penyebabnya ga di selesaikan,” kata Samsun, Jumat (2/4).
Menurutnya, aktivitas yang di sekitar kawasan tersebut harus berhenti. Karena, secara nyata merusak lingkungan sekitar.
Diketahui, wilayah Tanah Datar sering lalui oleh kendaraan maupun alat berat yang digunakan untuk menambang. Sebab itu, perlu kiranya aparat kepolisian dapat menindak tegas dan eksekusi hal tersebut, karena itu sudah melanggar.
“Berkali-kali saya meminta untuk aparat bisa menindak. Karena aturannya sudah jelas. Dewan ini tidak bisa eksekusi, hanya dapat menyuarakan saja,” tuturnya.
Samsun justru mempertanyakan, mengapa penegakkan aturan dalam sektor penambangan ini cenderung tidak tegas. Padahal secara jelas terdapat Undang-Undang maupun Peraturan Daerah (Perda)-nya.
Bahkan lanjut dia, kejadian serupa tidak hanya terjadi di Tanah Datar, melainkan di beberapa tempat di Kaltim, seperti Samboja, Marangkayu, Muara Badak. “Kita semangat memperbaiki, tapi ada juga yang sporadis merusak jalan,” tandasnya. *
— Reporter: Kka
— Editor: Asa























Users Today : 1
Users Yesterday : 1
Total Users : 31844
Total views : 118395
Who's Online : 1