Bontang, Infobenua – angka kemiskinan Kota Bontang meningkat sebesar 4,38 persen di tahun 2020. Menanggapi hal itu Bakhtiar Wakkang selaku anggota Komisi II DPRD Bontang menilai jikapeningkatan angka kemiskinan tersebut dikarenakan wabah dari virus korona selama ini. Seepertinya banyaknya perusahaan yang melakukan pengurangan produktivitas selama masa pandemi, sehingga dampaknya kepada pengurangan tenaga kerja. Selasa (09/03/2021)
“Walaupun Bontang memiliki Perda Alih Daya namun tidak dapat berbuat banyak,” katanya.
Menurutnya, hantaman dari wabah Covid-19 sangat berimbas besar pada sisi ekonnomi dunia. Tidak hanya di Bontang. Khusus Bontang disebutnya, seperti perhotelan di Bontang dengan minimnya pengunjung tentu beribas pada pendapatan hotel. Tentu hotel juga tidak dapat menggaji karyawan dengan jumlah banyak karena pendapatan yang menuruh.
“Pengunjung wisata kita saja menurun. Otomatis tidak ada tamu yang datang ke hotel menginap, pendapatan hotel jadi tidak ada. Sehingga ada karyawan yang dirumahkan,” sebutnya.
Oleh dari itu, saat ini katanya, angka kriminalitas pun semakin meningkat dan prostitusi online pun juga semakin marak saat ini. Oleh dari itu, pemerintah disini harus melakukan proteksi untuk mengatasi kesenjangan sosial yang ada.
“Saya sarankan pemerintah untuk menggalakkan majukan UMKM. Dan itu terbukti di tahun 1998 roda ekonomi cepat berputar dengan usaha mikro menengah kebawah,” bebernya. *
— Reporter: Jis
— Editor: Ru





















Users Today : 4
Users Yesterday : 7
Total Users : 31962
Total views : 123741
Who's Online : 1