Sangatta, Info Benua — Menanggapi permohonan Bupati Kutim H Ismunandar melalui Wabup H Kasmidi Bulang yang berharap ada program penambahan pembangunan pembakit listrik untuk memenuhi rasio elektrosifikasi hingga 100 persen. Untuk itu dia meminta agar kepala daerah di Kutim pro aktif berkoordinasi dengan PT PLN atau Kementerian terkait untuk merealisasikan hal tersebut.
“Harus punya target, akhir 2019 rasio elektrosifikasi mencapai 100 persen,” kata Jonan bersemangat.
Dihadapan Wakil Ketua MPR RI Mahyudin, pejabat tingkat Pemprov Kaltim, Pemkab Kutim, manejemen PT PLN, PT KPC serta ratusan karyawan perusahaan, Jonan mengaku sedikit miris karena Kaltim secara umum yang merupakan penghasil batubara ternyata rasio elektrosifikasinya masih sekitar 62 persen. Jau8h bila dibandingkan dengan wilayah barat dan tengah lainnya. Memang, katanya, khusus Sangatta rasio elektrosifikasinya lebih dari 95 persen, tapi tidak mencakup seluruh wilayah kabupaten. Untuk itu dia berharap semua pihak dapat mendukung pemenuhan rasio elektrosifikasi se-Kutim hingga 100 persen.
“Tapi saya senang (usulan bupati terkait pengadaan energy listrik), saya bilang okey, selama bapak usul untuk kepentingan masyarakat, terutama di wilayah jauh yang terpencil, pemerintah (pusat) pasti dukung,” sebutnya.
Jadi tidak hanya usulan program pembangunan PLTS yang didukung tetapi juga PLTMH. Dia berfikir PT PLN juga memiliki semangat yang tinggi agar percepatan rasio elektrosifikasi didaerah lekas tercapai. Tetapi dia berharap kepala daerah bisa mengkondisikan kelancaran program pembangunannya. Misalnya dibutuhkan pengadaan tanah atau lahan untuk jaringan dan sebagainya, bisa didukung penuh hingga prosesnya menjadi lancar. (ran/ru/adv).























Users Today : 2
Users Yesterday : 1
Total Users : 31845
Total views : 118442
Who's Online : 1