SAMARINDA, Info Benua News – Berbicara masalah Kota Samarinda, tak lepas dari persoalan sosial, lingkungan dan Pemerintah. Gejolak permasalahan banjir, tambang, dan konflik perempuan, menjadi isu lama yang selalu baru untuk diulas. Seolah tidak ada habisnya, Kota Samarinda kerap menjadi perdebatan di kalangan masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim).

Belakangan ada yang beda, berawal dari diskusi saat arisan, puluhan perempuan di Kota Samarinda tiba-tiba berdiskusi memecahkan segala masalah yang ada. Mereka membentuk komunitas peduli sosial dan lingkungan Kota Samarinda. Dinamakan Squad Arisan Manis Centez, komunitas ini beranggotakan 25 perempuan-perempuan hebat dari kalangan ibu rumah tangga, pebisnis, dosen, hingga politikus.
Dikatakan Ketua Squad, Niken, Squad Arisan Manis Centez mulanya dibangun untuk menjalin silaturahmi di kalangan ibu-ibu pejabat tingkat Kelurahan dan Kecamatan dengan menggelar arisan setiap bulan. Lama-kelamaan, anggotanya terus bertambah, mulai dari istri-istri pejabat Pemkot hingga pebisnis dan politikus. Sembari arisan, mereka membahas cara membangun Kota Samarinda dari isu perempuan, lingkungan dan masalah pemerintahan. Meski anggotanya adalah perempuan-perempuan yang sudah berumah tangga, namun mereka bertekad menjadikan Kota Samarinda sebagai kota layak huni.
“Kami memang ibu-ibu semua, tapi kami semua aktiv di beberapa kegiatan sosial. Diskusi masalah lingkungan dan perempuan selalu menjadi topik pembahasan. Jadi kalau kumpul arisan tiap bulan bukan untuk menggosip, tapi diskusi ringan dan membuat pemecahan masalah yang langsung dilakukan,” jelasnya(29/5/2018).

Menurut Niken, Squad Arisan Manis Centez bukan komunitas yang hobi bermewah-mewah dan bergaul dengan sesama kaum sosialita saja. Namun diketahui squad ini kerap kali melakukan aksi sosial, seperti berbagi dengan anak yatim dan membuat kegiatan amal. Seperti momen di Bulan Ramadhan tahun 2018 ini, mereka baru saja berbagi dengan penghuni Panti Sosial Tresna Werdha Nirwana Puri Samarinda.
Bertepatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN), squad itu menghibur para penghuni panti dengan membagi-bagikan menu berbuka puasa. Mereka juga menggelar diskusi ringan dengan Kepala Panti dan memberi dukungan semangat pada lansia-lansia di sana. “Kami sengaja ke sana untuk menghibur mereka di Bulan Ramadhan ini. Di usia tua ini, mereka tidak boleh merasa sendirian. Alhamdulillah, mereka bisa tersenyum dan itu kebahagiaan untuk kami,” ujarnya.
Tidak berhenti sampai di situ, mereka juga membagi-bagikan nasi kotak untuk kaum marjinal yang kurang mampu. Mereka juga mendatangi para penyapu jalan, dan membagi-bagikan takjil serta nasi kotak untuk berbuka puasa.
Tidak hanya aktif di kegiatan sosial, squad ini juga aktif di berbagai kegiatan lingkungan dan kebersihan. Saban bulan, mereka sering mendatangi Sekolah Sungai Karang mumus (SeSuKaMu) bersama Ibu Naniek Harjani dari Forum Peduli Sungai Karang Mumus. Mereka ikut membersihkan sungai dan menjaga SKM agar tetap jernih seperti sedia kala.
“Tujuan kami adalah berbagi, tidak hanya untuk masalah sosial di masyarakat, tapi juga untuk lingkungan. Sungai Karang Mumus yang merupakan aliran vital warga Kota Samarinda harus terus diselamatkan, sama seperti komunitas-komunitas peduli lingkungan lainnya, kami juga ingin SKM bersih seperti dulu,” pungkasnya.





















Users Today : 4
Users Yesterday : 5
Total Users : 31951
Total views : 122801
Who's Online : 1
Comments 1