Jakarta, Info Benua — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie mengatakan, program pembangunan di Kalimantan pada 2019 masih diprioritaskan untuk pemenuhan infrastruktur. Utamanya untuk mendukung konektivitas. Demikian disampaikan Irianto yang juga selaku Koordinator Forum Kerja Sama Revitalisasi dan Percepatan Pembangunan Regional Kalimantan (FKRP2RK) dalam paparannya pada pembukaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Regional Kalimantan di Pullman Hotel Central Park Jakarta, Kamis (26/4). Kegiatan ini, dibuka oleh Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.
Dikatakan Gubernur, sebelum pelaksanaan Musrenbang, melalui Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkaitnya, telah dilakukan pertemuan pra Musrenbang. Hingga akhirnya menetapkan program-program prioritas di Kalimantan. “Konektivitas sangat penting. Karena jika antar wilayah terkoneksi dengan baik, transportasi bagus, distribusi barang lancar, ekonomi akan membaik,” ungkap Gubernur.
Kalimantan, kata Irianto, memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang sangat besar. Termasuk kondisi dan posisi geografis yang strategis. Hanya saja, diakuinya, SDA yang begitu besar ini belum dirasakan manfaatnya secara maksimal oleh masyarakat Kalimantan. Hal ini dibuktikan dengan perhatian pusat ke wilayah Kalimantan yang belum maksimal. “Hampir sebagian besar sumber energi untuk kebutuhan di Pulau Jawa disuplai dari Kalimantan. Namun apa faktanya selama ini, listrik di sebagian wilayah Kalimantan yang masih byarpet, infrastruktur jalan rusak. Kondisi ini jauh dengan kondisi di wilayah Jawa, Sulawesi maupun Sumatera,” ungkapnya.
Meski demikian, lanjutnya, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, kini perhatian pemerintah ke wilayah luar Jawa mulai dilakukan. Hal ini sesuai kebijakan pembangunan pemerintah yang tidak lagi Jawa Sentris, melainkan Indonesia Sentris.
Diakui gubernur, sejauh ini infrastruktur di sebagian besar wilayah Kalimantan masih belum memadai. Utamanya jalan, jembatan dan sarana lainnya. “Khusus untuk wilayah Kalinantan Utara (Kaltara), kita sudah membuat perencanaan pembangunan sejumlah jalan, jembatan, pelabuhan maupun bandara. Ini sebagai upaya kita memperlancar konektivitas dan membuka isolasi wilayah,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam arahannya saat membuka Musrenbang, Mendagri menekankan pentingnya sinergi perencanaan pembangunan antara pusat dan daerah. Dirinya juga mengapresiasi kegiatan Musrenbang Regional Kalimantan ini, dengan tujuan mensinkronkan dengan perencanaan yang disusun oleh pemerintah pusat.
Selain Mendagri, dalam Musrenbang tersebut juga dihadiri oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro yang sekaligus juga memberikan paparan terkait rencana program dan pembangunan dari pusat, utamanya ke wilayah Kalimantan.
Khusus untuk Kaltara, dikatakan Bambang, ada beberapa perencanaan pembangunan yang akan dilakukan melalui kementerian atau lembaga terkaitnya. Beberapa program tersebut, sebagian merupakan usulan yang sampaikan Pemprov Kaltara. Di antaranya pembangunan jalan dari Malinau hingga Krayan yang akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR, kemudian dari Kementerian Perhubungan akan melakukan pengembangan dan pembangunan beberapa bandara di Kaltara. Termasuk beberapa proyek strategis lainnya. (roi/adv/*).






















Users Today : 1
Users Yesterday : 1
Total Users : 31835
Total views : 118104
Who's Online : 1