Mamuju, Info Benua – Uji Publik RPJMD 2017-2022, dengan tema Menuju Sulawesi Barat Malaqbiq 2022 Maju dan Malaqbiq yang dilaksanakan di Hotel Maleo Mamuju, Selasa, beberapa wakgtu lalu yang menghadirkan putra putri terbaik daerah mendapat apresiasi dari banyak pihak.
Bupati Polman, Andi Ibrahim Masdar menyatakan, harmonisasi antara Pemprov dan Pemkab adalah hal yang utama, agar jelas pembagian porsi yang dikerjakan provinsi dan kabupaten.
“Pemprov baiknya peka dengan kebutuhan kabupaten, agar terjadi penyamaratan pembangunan dengan menghilangkan ego masing-masing,” ujar Andi Ibrahim Masdar.
Masih kata adik Gubernur Sulbar tersebut, diharapkan RPJMD tersebut dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat , untuk itu perbaikan sarana dan prasarana infrastuktur terus ditingkatkan, karena kuncinya ada pada infrastruktur. Untuk peningkatan infrastruktur tersebut sebaiknya disinergikan dengan kabupaten, karena yang mengetahui sarana mana yang urgent dilakukan percepatan adalah kabupaten itu sendiri.
Lain halnya dengan Bupati Mamasa, Ramlan Badawi yang mengatakan pembangunan di Kabupaten Mamasa cenderung ke sektor pertanian, sesuai dengan iklim daerah tersebut.
“Mamasa menjadi satu-satunya daerah di Sulbar yang cocok dengan tanaman kopi dan sayur-sayuran, karena suhu iklimnya yang rata-rata diatas ketinggian 180 dari permukaan,” beber Ramlan.
Ditambahkan, 17 kecamatan yang ada di Mamasa telah menghasilkan komoditi seperti kopi dan sayuran yang di ekspor ke daerah lain seperti Kalimantan.
Salah satu tokoh pejuang Sulbar, yang juga menjadi salah satu tim ahli Gubernur, Rahmat Hasanuddin pada kesempatan tersebut juga menyampaikan, provinsi Sulbar yang tergolong baru tersebut sudah berhasil beberapa langkah, karena sudah dipimpin beberapa Gubernur, dan telah melakukan langkah-langkah yang berhasil bahkan tergolong spektakuler.
“Jangan lupakan jasa pendahulu, baik penjabat Gubernur dan Gubernur defenitif, kita sudah bisa menikmati beberapa infrastruktur, walaupun masih ada harapan tinggi kita yang belum tercapai” lanjutnya. Untuk menuju Sulbar yang Maju dan Malaqbi masih membutuhkan waktu yang sangat panjang, karena kita membangun fisik, manusia dan budayanya,” papar Rahmat Hasanuddin.
Tim ahli yang juga salah seorang pendiri Sulbar tersebut menyebutkan dua kunci sukses pembangunan, yaitu pembangunan yang berkelanjutan dan menyempurnakan yang belum memadai.
RPJMD Sulbar yang sedang disusun saat ini ditujukan untuk seluruh wilayah Sulawesi Barat, melibatkan dari berbagai kalangan dengan tujuan untuk mendapat masukan-masukan inovatif dan ide konstruktif untuk pembangunan Sulawsei Barat lima tahun ke depan. (hms/adv/as).























Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31883
Total views : 119365
Who's Online : 2