INFO BENUA. Id -SAMARINDA– Remaong Kutai Berjaya gelar pertemuan seluruh Ormas dan paguyuban se-Kaltim.
Berujung panjang, soal perkataan yang menyinggung Kalimantan sebagai tempat jin buang anak oleh Edy dan kawan-kawan, kini mendapat respon seluruh Orgaisasi Masyarakat(Ormas), Paguyuban serta seluruh perkumpulan di Kaltim. Hal tersebut menjadi pertemuan yang besar dan melibatkan 69 ormas dan paguyuban di Kaltim.

Dalam pertemuan yang di laksanakan pada Selasa, 25 Januari 2022 di Yens Delight Coffe di Jl. Juanda 6 tersebut, seluruh organisasi yang ada sepakat pengecam keras perkataan Edy Mulyadi yang menyudutkan Kaltim sebagai calon Ibu Kota Negara (IKN) baru nantinya.
Bukan hanya itu, seluruh organisasi tersebut pun sepakat untuk meminta pertanggung jawaban Edy Mulyadi dan kawan-kawannya secara hukum adat yang berlaku. Sayangnya, proses hukum adat serta pemilihan hukum adat yang akan di jalankan kelak, belum di sampaikan dan masih dalam proses perembukkan.
Hal ini di sampaikan langsung oleh Ketua Rameong Kutai Berjaya Kerajaan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Hebby nurlan Arafat. Ia mengatakan, jika hati masyarakat Kaltim merasa tercabik-cabik karena perkatan yang cukup rasis bagi masyarkat Kaltim.
“Ya jelas kita merasa tersakiti dengan perkataan tersebut, kalau soal hukum adat, itu masih akan di rumuskan karena di Kaltim ini terdiri dari banyak suku, ada Dayak, Kutai, Banjar, Tidung dan lainnya,”ucapnya.
Di sisi lain, tanggapan msyarakat yang semakin meningkat, memperkuat bahwa Edy Cs perlu untuk di hukum secara berlapis, yakni hukum adat dan hukum negara.
Hasil pertemuan tersebut juga akan ditindaklanjuti kemudian ke Polda Kaltim sekaligus menyampaikan laporan resmi dari sejumlah ormas yang ada sesuai dengan kesepakatan bersama.
“Besok kami ke Polda Kaltim untuk menyampaikan laporan resmi terkait statement Edy Mulyadi itu. Untuk penanganannya nanti kami beri waktu 2×24 jam kepada pihak kepolisian untuk menangkap Edy Mulyady,” terangnya.
Saat ini, kesepakatan yang berlangsung ialah, meminta Edy Mulyadi untuk datang ke Kaltim dan meminta maaf secara langsung kepada masyarakat Kaltim, dan Kalimantan khususnya jika memang memiliki itikad baik.
“Walaupun permintaan maaf sudah dilakukan lewat chanel Youtubenya sendiri. Itu kan hanya menguntungkan dia sendiri, jadi bukan seperti itu yang kita harapkan. Semua kami yang ikut pertemuan ini bersepakat untuk Edy Mulyadi dan rekannya harus datang sendiri ke Kaltim,” tegasnya.
Ancaman pun datang, jika Edy Cs tak kunjung datang dalam waktu yang telah di tentukan tersebut. Ia mengatakan, jika akan memenuhi Jakarta, jika permintaan tersebut pun tak di indahkan.
“Jadi apabila itu tidak dilakukan maka Jakarta akan penuh dan akan dilakukan penjemputan paksa,” pungkasnya.
Penulis : abi/zul.
Editor : Redaksi























Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 119003
Who's Online : 1