InfoBenua. Com -SAMARINDA– Komisi II DPRD Kaltim lakukan sidak ketersediaan minyak goreng di beberapa toko, Indogrosir dan Lottemart.
Ketersediaan minyak goreng memang hingga saat ini masih terus di buru oleh masyarakat. Pasca naiknya harga minyak goreng dan langkanya ketersediaan, memborong minyak goreng hingga berkali-kali menjadi satu alasan langkanya minyak goreng di Kalimantan Timur.
Komisi II DPRD Kaltim yang di pimpin oleh Nidya Listiono melakukan sidak minyak goreng ke toko-toko, Indogrosir dan Lottemart untuk memastikan ketersediaan minyak bagi masyarakat masih terjamin.
“Jadi kita memastikan di pasar itu apa ada minyak goreng, ternyata ada,” ucapnya.
Salah satu faktor yang menyebabkan langkanya minyak goreng ialah masyarakat yang panik akan minyak goreng yang tidak bisa di dapatkan nantinya.
“Perindagkop bilang kalau ketersediaan minyak goreng ini ada. Cuman karena masyarakat ini panic buying, secara tidak sadar atau sadar, membuat ketersediaan di pasar itu habis,” jelas Tio.

Oleh karena itu, agar masyarakat tidak panik secara terus menerus, politisi Golkar tersebut mengatakan nantinya ada kebijakan untuk melakukan relaksasi harga minyak goreng di pasar.
“Ini membuat kebijakan pemerintah untuk merelaksasi harga. Yang dulu di buat oleh kementerian itu dari 11ribu sekian sampai 14ribu, hari ini bebas ada relaksasi dalam mekanisme pasar,” katanya.
Hal tersebut merupakan upaya yang bisa menjadi solusi atas kelangkaan yang ada. Ketersediaan yang memadai serta mengurangi panic buying masyarakat perlu di atasi, agar ketersediaan minyak goreng juga bisa bertahan hingga estimasi waktu yang di tentukan.
“Secara jangka pendek ini adalah solusi untuk kelangkaan, kalau hari ini kan barangnya ada, harganya mau di relaksasi.
Kalau kemaren harganya mahal, barangnya ngak ada.” tutupnya.
Penulis : abi/zul.






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 118871
Who's Online : 1