INFOBENUA-SAMARINDA, Kasus stunting di Samarinda akhir-akhir ini menjadi sorotan banyak pihak. Istilah stunting ini mungkin masih asin bagi Sebagian orang. Tetapi dari istilah stunting ini merupakan kasus kelainan badan seseorang, dimana tinggi badan normal tidak mencapai pertumbuhan maksimal dengan usia normal yang dimiliki. Penyebab stunting biasanya adalah karena kekurangan gizi, baik saat dalam kandungan atau disaat pertumbuhan balita hingga jelang remaja.
Baru baru ini muncul gerakan kepedulian penderita stunting Samarinda dari sejumlah pejabat dan Organisasi Perangkat Daerah atau OPD, termasuk anggota DPRD Samarinda.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti merupakan salah satu wakil rakyat di Samarinda memantau tingkat kepedulian sejumlah stakeholder yang prihatin dengan soal stunting anak di sejumlah titik.
Sri Puji Astuti mengatakan, permasalahan stunting sangat menyedot perhatian berbagai elemen, termasuk masyarakat dan terkhusus pemerintah, hal tersebut disampikan Sri Puji Astuti pada , di gedung DPRD Samarinda ketika dikompirmasi dengan media ini.
Lebih gambling, ketua Komisi IV ini menjelaskan, persoalan stunting yang bermasalah dengan pertumbuhan tinggi badan anak lebih pendek dibanding tinggi badan anak seusianya,penanganan dan perhatian stunting ini tidak saja hanya tangung jawab pemerintah semata, melainkan juga dibutuhkan campur tangan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Samarinda,
” soal stunting kita perlu melibatkan seluruh elemen dan stakeholder, mulai dari semua unsur OPD hingga masyarakat umum, harus terlibat dalam penanganannya,” terang Sri Puji Astuti.
Bahkan jika perlu pejabat pemerintah sekelas Dinas PUPR dengan kapasitasnya menyiapkan sanitasi, Dinas Pendidikan memberikan standar pendidikan tentang gizi dan dinas sosial dengan bantuan sosialnya.
“Keterlibatan sejumlah stakeholder ini akan meringangkan tanggung jawab pemerintah terkait perhatian terhadap pemerintah daerah,”Sambung wanita yang suka di sapa Puji ini.
Berdasarkan catatan Puji, setidaknya kota Samarinda angka anak yang terdampak stunting mencapai 2.073 anak atau 12,5% dari target 14% di 10 Kecamatan dan 59 Kelurahan se Kota Samarinda. Puji menambahkan untuk meminimalisir stunting dengan melibatkan semua organisasi perangkat desa (OPD) ini perlu di dukung agar tercapai arget minimalis kasus stunting dimasa yang akan dating.
Terkait kasus stunting, Puji juga mengatakan perlunya melakukan sosialisasi ke desa desa untuk menyampaikan pemahaman dan edukasi soal pencegahan stunting tersebut.
Puji Astuti menjelaskan kesimpulan pengalaman dari pembahasan penyuluhan stunting ini bukan dari elemen pemerintah melainkan perlu adanya juga support dari masyarakat dan ikut berpartisipasi dalam penanganannya.
Penulis**Anisa






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31882
Total views : 119269
Who's Online : 1