INFOBENUA.Id – SAMARINDA – Kutai Kartanegara terkenal di Indonesia sebagai salah satu wilayah Kabupaten di Kalimantan Timur yang memiliki wilayah administrasi terluas di Kaltim, sumber daya alamnya berlimpah, APBD nya besar dan daerah itu indentik dengan daerah kaya karena terdapat potensi sumber daya alam berupa tambang batu bara dan gas bumi serta produksi hutan atau kayu yang berlimpah.
Mustinya tatanan infrastruktur Kabupaten itu diatas rata rata dari daerah daerah lainnya di Kaltim. Halnya dengan fasilitas umum perkantoran, gedung gedung dan jalan raya selayaknya lebih maju selangka dari wilayah lainnya di Kaltim.
Sayangnya kekayaan daerah dan PAD yang berlimpah berbanding terbalik dengan fasilitas pembangunan infrastruktur di daerah itu. Masyarakat kerap mengeluh karena sejumlah infrastruktur seperti jalan, jembatan, pengairan dan gedung perkantoran justru kerap memunculkan keluhan dari masyarakat Kutai Kartanegara.
Tak hanya masyarakat yang kerap mengeluh dengan pembangunan infrastruktur, tetapi wakil rakyat di DPRD Kutai Kartanegara juga resah dan gelisah atas rendahnya kwalitas sejumlah fasilitas umum atau proyek infrastruktur selama ini.
Kondisi inilah yang membawa ketua DPRD Kutai Kartanegara dari Fraksi Golkar, Abdul Rasyid melakuan silaturhami sekaligus melakukan diskusi dengan koleganya di DPRD Kaltim. Abdul Rasyid mendatangi pimpinan DPRD Kaltim untuk menyampaikan sejumlah keluhan masyarakat Kukar terkait soal ditemukannya sejumlah infrastruktur dan bangunan yang dinilai kwalitasnya dibawah standar.
Kepada wartawan, Abdul Rasyid menjelaskan, kedatangannya ke DPRD Kaltim selian untuk silaturahmi juga ingin mendiskusikan sejumlah persoalan yang mengemuka di Kukar belakangan ini. Hal penting yang menurut Rasyid urgent disampiakan ke DPRD Kaltim adalah soal infrastruktur jalan. Menurutnya, sejumlah fasilitas jalan di Kukar saat ini banyak dikeluhkan sebab dinilai mengganggu kenyamanan pengguna jalan lantaran, selain sudah banyak yang hancur, kwalitas jalan tersebut juga sangat rendah.
Menurutnya sejumlah fasilitas jalan di daerah itu kostruksinya lemah sehingga tidak bertahan lama dan cepat mengalami kerusakan sehingga menyedot anggaran perbaikan atau perawatan. Rasyid mengaku mendiskusikan kepada DPRD Kaltim, khusunya farksi Golkar, karena keadaan sejumlah infrastruktur di Kukar, dinilai butuh tambahan dana perbaikan sebab untuk mengobati rasa kesecewa pengguna jalan yan dinilai mengganggu kenyamanan.
Wakil rakyat Kukar menilai kwalitas jalan jalan utama Kukar rendah, struktur jalan dinilai rendah dari selokan sehingga jika terjadi hujan lebat maka dipastikan jalan tersebut tenggelam dengan banjir. “Jadi keluhan inilah diantaranya yang kami bicarakan dengan DPRD Kaltim agar menjadi perhatian penuh untuk diberikan porsi anggaran dalam pembahasan anggaran di DPRD Kaltim tahun 2022 mendatang,”kata Abdul Rasyid.
Abdul Rasyid menemui koleganya sesama partai Golkar di DPRD Kaltim. Atas pertimbangan satu lembaga kepartaian yakni Golkar. Pihaknya memberi masukan agar Kutai Kartanegara di beri forsi lebih dalam pengajuan alokasi anggaran dalam pembahasan RAPBD tahun 2022.
Usaha Ketua DPRD Kukar, ini mendapat respon positif dari ketua legislative Kaltim. Ketua DPRD Kaltim Makmur HAPK, mengakui pihaknya telah menyimak keluhan wakil rakyat Kukar melalui Rasyid. Untuk itu, menurut Makmur informasi ini penting dan bermamfaat, sebab akan dijadikan dasar bagi DPRD Kaltim dalam perumusan anggaran APBD di tahun 2022 untuk menjadi prioritas. “Bisa saja Kukar nanti akan mendapat forsi anggaran ideal sebab kita memiliki dasar pengajuan yang di laporkan oleh ketua DPRD Kukar, Abdu Rasyid. Jadi hal ini akan menjadi pertimbangan kita di DPRD untuk kita rumuskan alokasi anggarannya di tahun 2022,”papar Makmur usai melakukan pertemuan dengan Abdul Rasyid di gedung DPRD Kaltim.
Kedatangan Ketua DPRD KUkar ke DPRD Kaltim disambut ketua DPRD Kaltim, Makmur HAPK. Bersama Makmur hadir pula dua wakil ketua DPRD Kaltim yakni Samsun dan Seno, termasuk Sekretaris DPRD Kaltim.
Sekedar catatan, Kolega Abdul Rasyid yang ditemui di DPRD Kaltim adalah Secara kebetulan juga dua wakil rakyat di DPRD Kaltim adalah anggota DPRD dari dapil Kukar. “Jadi secara psikologis keluhan ini pas untuk kami sampaikan supaya perhatian atas keluhan kami serius diperjuangkan,”kata Abdul Rasyid.(**Anisa)





















Users Today : 3
Users Yesterday : 2
Total Users : 31892
Total views : 120856
Who's Online : 1