Samarinda, Info Benua — Soal anak jalanan atau anjal, seakan tidak akan pernah hilang dari Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Hal ini terlihat jelas akhir-akhir ini hampir di setiap persimpangan rambu lalu lintas, rumah makan, bahkan cafe akan kita temui para anjal tersebut.
Namun trendnya tidak lagi meminta-minta tetapi berjualan makanan ringan, mengamen dan membersihkan kaca kendaraan yang melintas.
Hal ini juga diperhatikan oleh Komisi IV DPRD Kota Samarinda, salah satunya Maswedi.
Dia menjelaskan bahwa dari data yang dikumpulkan oleh Dinas Sosial Samarinda, para anjal tersebut terus meningkat.
Tetapi justru bukan berasal dari Samarinda melainkan dari daerah lain. Seperti Bontang, Tenggarong, dan wilayah lainnya.
“Mereka para anjal ini ketika ditanya oleh Dinsos, mengaku bukan dari Samarinda. Dan dari informasi yang kita peroleh mereka memiliki koordinator. Nah, ini yang sedang kita cari tahu dan harus diamankan,” jelas Maswedi saat ditemui media, Rabu (23/6/2021).
Maswedi juga mengimbau kepada masyarakat untuk mematuhi perda, dengan tidak memberikan uang ataupun membeli jajanan yang dibawa oleh para anjal tersebut.
“Inilah persoalannya. Ketika kita memberi dan membeli, maka mereka akan merasa bisa mencari uang dengan turun ke jalan. Padahal kapasitas anak bukan mencari uang tetapi bersekolah dan bermain,” papar Maswedi.
Lebih jauh menurutnya, solusi untuk mengantisipasi kembalinya anjal adalah tetap menegakkan perda yang berlaku, namun harus disuport oleh anggaran untuk penegakan peraturan tersebut, agar semuanya bisa berjalan dengan baik. (kka/adv).






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31891
Total views : 120739
Who's Online : 1