Samarinda, Info Benua — Komisi III DPRD Kaltim lakukan evaluasi terhadap Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim terkait kegiatan realisasi anggaran tahun 2021 dan rencana kegiatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2021.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Agus Suwandy mengungkapkan bahwa realisasi anggaran APBD 2021 dibahas bersama kedua belah pihak. Diantaranya, terkait dengan mampu atau tidaknya menyerap sampai APBD tersebut selesai. Terlebih, APBD perubahan semakin dekat.
Namun yang lebih banyak dibahas adalah mengenai Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan kelistrikan. Disebutkan Agus, di Kaltim masih ada 220 desa yang belum dialiri listrik. Sehingga pada 2021 maupun 2022, realisasi untuk kegiatan Dinas ESDM maupun PLN ini akan lebih digaungkan untuk mengurangi desa yang belum ada listrik.
“Mudah-mudahan bisa berkurang lah pada 2021 ini,” kata Agus.
Kepala Dinas ESDM Kaltim, Christianus Benny bahwa untuk tahun ini ada sekitar 30 desa yang dibantu. Sedangkan pihaknya hanya mampu mengadakan bantuan PLTS di 6 desa.
“Tiap tahun kalau 6 desa dari sekian ratus desa itu ya hampir 30-an tahun kan. Jadi kalau tidak dibantu dengan PLN juga kita enggak bisa. Jadi kita butuh bantuan dari berbagai pihak,” ungkap Benny sapaannya. (ay/kka).





















Users Today : 1
Users Yesterday : 7
Total Users : 31959
Total views : 123360
Who's Online : 1