Samarinda, Info Benua — Pembangunan di Kalimantan Timur (Kaltim) terbilang melambat pada tahun ini. Hal tersebut diutarakan oleh Wakil DPRD Provinsi Kaltim, Sigit Wibowo. Menurutnya hal tersebut disebabkan oleh masih banyak proyek pembangunan infrastruktur dalam tahap tender/proses pelelangan pembangunan.
Sigit menilai bahwa tender pada tahun 2021 alot/sangat lama. Ia menuturkan bahwa apabila proyek pembangunan tak cepat ditangani, maka akan dipastikan pembangunan di Kaltim menumpuk dan melambat.
“Lelang tender tertunda, pastinya akan berpengaruh, kalau harusnya lelang dimulai paling lambat pada Maret lalu. Karena membutuhkan paling lambatnya itu 3 bulanan,”kata Sigit, Senin (31/5/2021).
Dia pun memprediksi bahwa Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun Berkenaan (SILPA) 2021 akan bertambah dibandingkan 2020 lalu dengan sisa Rp 2,2 triliun. Ditambah lagi ketika mengamati sejumlah proyek multiyears contract (MYC) yang rencananya terlaksana tahun ini. Turut berpotensi mengalami penundaan. Di antaranya pembangunan jalan layang Muara Rapak Balikpapan dan perluasan gedung RSUD AW Sjahranie.
Karena itu Sigit mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) demi mengimbau tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bisa bergerak cepat. Khususnya dalam penyerapan anggaran.
“Karena kalau tidak terserap maka pembangunan di Kaltim sendiri akan melambat tahun ini. Bahkan beberapa MYC diperkirakan akan tertunda karena tender yang terlambat,” tandas Sigit. (kka/ru).























Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 32075
Total views : 127321
Who's Online : 1