
Balikpapan, infolbenua. id-terkait permasalahan lingkungan hidup yang berdampak buruk terhadap warga sekitarnya akibat aktivitas yang dilakukan oleh perusahaan tambang batu bara di sangat sanga, Dewan Pimpinan Daerah LSM Gerakan Pemantau Kinerja Aparatur Negara ( GEMPUR )Kaltim meminta agar Pemerintah dalam hal ini baik pemkab kutai kartanegara, maupun Pemprov Kaltim agar menyikapi tuntunan Warga Kelurahan Jawa kecamatan Sanga sanga Kabupaten Kukar . terkait Aktivitas Tambang PT ABN.
Hal ini disampaikan ketua harian LSM GEMPUR kaltim Hitler Sitohang SH kepada awak media minggu lalu di kantor sekretariat LSM GEMPUR Jl. Pupuk Balikpapan.
Hitler meminta agar Pemerintah segera turun kelapangan untuk melihat secara langsung terkait permasahan Lingkungan yang ditimbulkan oleh Perusahaan yang melakukan aktivitas tambang di kelurahan Jawa baik yang masih beroperasi dan yang di tinggalkan oleh perusahaan yang sudah tutup. karena ada beberapa perusahaan tambang yang sudah tutup akan tetapi belum melakukan Reklamasi areal tambang nya Ungkap Hitler
Hitler menambahkan, dari informasi yang di himpun dari beberapa Warga, meminta agar pemerintah memperhatikan tuntutan uang Bising yang selama ini mereka terima agar tetap diberikan tanpa ada pengurangan. Dimana sebelumnya warga mendapat uang bising dari PT ABN sebesar 300ribu per KK setiap bulan.
Sekedar diketahui, pada hari Kamis (8/4/2021) warga RT 02, RT 05, dan RT 08, Kelurahan Jawa, Sangasanga, Kalimantan Timur, yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sanga-Sanga, menggugat salah satu perusahaan tambang yang dekat pemukiman mereka. hal ini mereka sampaikan dalam aksi yang digelar di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur. Aksi ini sebagai bentuk protes dan kemarahan warga yang telah berkali-kali mengalami banjir serta pencemaran yang diduga kuat berasal dari limbah tambang.
Untuk itu, kami meminta agar Pemerintah melakukan sidak untuk melihat Settlingpond dari Perusahaan di mana sebelum nya pernah meluber dan menggenangi ke pemukiman warga.
Selain banjir dan lumpur, warga di lingkungan Kecamatan Sangasanga juga sudah mengalami krisis air bersih, saluran drainase warga semuanya bermuara ke Sungai Sangasanga yang selama ini menjadi sumber air baku oleh PDAM tutur Hitler. (tim)






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31891
Total views : 120340
Who's Online : 1