INFOBENUA,SAMARINDA – Memasuki bulan ramadhan, biasanya pasar-pasar dadakan banyak dibuat oleh masyarakat. Pemerintah Kaltim memberikan kelonggara untuk melakukan perekonomian dibulan ramadhan ini.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV Rusman Yaqub menyampaikan sepanjang semua masyarakat taat menerapkan protokol kesehatan (prokes), tidak ada yang harus terlalu di khawatirkan.
“Kedua, pemerintah tidak boleh berhenti mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat. Sampai terbentuknya sebuah kesadaran yang utuh dari masyarakat,” ujarnya (4/21).
Kemudian ia mengatakan kembali lagi, kalau membolehkan tapi tidak ada mematuhi protokol kesehatannya, maka ya jangan ada kegiatan yang ramai pada bulan ramadhan nanti.
“Misalnya pasar ramadhan itu harus dilihat secara holistik, baik yang menjual maupun pembeli harus sama-sama menerapkan protokol kesehatan, sekarang persoalannya bisa tidak itu dikerjakan,”imbuhnya.
Lebih lanjut politisi PPP itu menjelaskan bahwa maka dari itu harus ada pengawasan, misalnya penegakan aturan dari prokes itu sendiri. Sehingga pemerintah harus menyiapkan petugas, seperti Satpol PP, dinas perhubungan, bahkan dari aparat keamanan. Untuk mengawasi di pasar-pasar yang diperbolehkan itu. Karena jangan sampai hanya di ijinkan namun tidak ada yang mengawasi, akan merepotkan nantinya.
“Kita setuju saja dibuka, tapi ya itu tadi harus ads pengawas. Atau begini, pemerintah jangan membebaskan begitu saja kepada publik tetapi pemerintah menetapkan dimana saja tempat-tempat pasar ramadhan itu, artinya pemerintahlah yang memegang wewenang regulasi itu. Jangan memberikan kewenangan tersebut kepada masyarakat, untuk mencari dan membuat sendiri tempat tersebut. Agar lebih memudahkan dalam pengawasannya,”tegasnya (*dc).























Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31841
Total views : 118224
Who's Online : 1