Bontang, Infobenua – Beberapa hari lalu banjir kembali melanda menggenangi beberapa titik di Kota Bontang. salah satu kelurahan yang mengalami banjir terparah yakni Kelurahan Api-Api. Tepatnya di RT 41, Gang Atletik 16, 20, 22 dan 24. Sabtu (06/03/2021).
Romi Ketua RT 41, Kelurahan Api-Api mengatakan, sangat menyesalkan lambatnya pemerintah dalam menanggapi keluhah dari warga terkait soal banjir. Pada Atletik sendiri, ia telah berulang kali mengajukan usulan untuk dilakukannya nomalisasi sungai Siagian. Tapi hasilnya selalu nihil.
“Sudah dari November 2019 saya usulkan pendalaman sungai dibelakang (Sungai Siagian). Tapi Cuma sekali ditanggapin setelah itu hilang lagi ceritanya,” ujarnya.
Lanjutnya, menjelasnya, sekira Maret 2020 pihak Dinas Pekerja Umum dan Penataan Tata Ruang Kota (PUPRK) dan Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Perkimtan). Pernah melakukan survei lokasi satu kali namun setelah itu tidak ada lagi kabar untuk dilakukan tindak lanjut, dari apa yang dirinya usulkan.
“Cuma pernah disurvei satu kali habis itu tidak ada kabar. Dari dulu cuma dikasih janji saja,” sebutnya.
Kata dia, selama ini jika terjadi banjir, gang Atletik pasti termasuk paling parah. Dikarenakan sungai Siagian merupakan bagian hilir yang mana muara dari sungai itu langsung mengarah ke lau. Serta menjadi wadah pembuangan air akhir bagi sungai-sungai yang ada di Bontang. ketika sungai yang ada di Bontang meluap.
“Disini, kalau sungai lain meluap pasti banjir. Karena muara sungai dibelakang itu langsung ke laut. Seperti sungai di Bontang Permai, kalau meluap buangan airnya langsung kesini,” jelasnya.
Menangapi hal itu, Abdul Malik, Wakil Komisi III DPRD Bontang mengatakan, peninjauan lapangan untuk mengetahui titik yang rawan banjir di Bontang selalu menjadi prioritas pihaknya. Setiap hasil dari peninjauan tersebut selalu disampaikan kepada pihak Pemkot Bontang. untuk segera ditindak lanjuti untuk dilakukan penanganan.
“Saya liat disini memang pemerintah masih belum bisa serius melakukan penanganan banjir. Padahal kami selalu sampaikan dimana saja titik-tik rawan banjir sesuai masukan warga,” ungkapnya.
Ia pun meminta kepada masyarakat untuk waspada. Mengingat cuaca saat ini terglong ekstrem. Dan menjaga kebersiahn lingkungan terutama drainase serta sungai yang ada di Bontang.
Masyarakat tetap waspada dan saling menjaga kebersihan lingkungan,” himbaunya.
Ugnkapnya, pelaksanaan rekomendasi yang diberikan ke pemerintah belum jelas. Seperti alokasi anggaran 10 persen ke dinas terkait serta kegiatan lain dalam hal menanggulangi banjir.
“Sudah sering kami tanyakan, namun pemerintah kota belum pernah merincikan secara jelas anggaran yang sudah disepakati tersebut,” pungkasnya. *
— Reporter: Jis
— Editor: Ru






















Users Today : 1
Users Yesterday : 2
Total Users : 31968
Total views : 124382
Who's Online : 1