Bontang, Infobenua – Kasus Covid-19 di Bontang terus melandai. Apabila kasus Covid-19 terus mengalami penurunan hingga Juni mendatang, tidak menutup kemungkinan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) akan terealisasi. Ditambah lagi PTM di Juni telah diwacanakan langsung oleh Kemendikbud Nadiem Makarim.
Menanggpi Abdul Haris Anggota Komisi I DPRD Bontang mengatakan, jika memang PTM akan diberlakukan maka Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang harus memastikan setiap sekolah benar-benar harus siap dengan Protokol Kesehatan (Prokes) 5 M. Kamis (04/03/2021).
“Sekolah harus siap dengan segala sarana dan prasrana Prokes yang sudah ditentukan. Tapi dengan catatan, angka Covid-19 harus melandai,” sebutnya.
Angota dewan yang memiliki latar belakang guru tersebut, pun menyarankan pihak sekolah apabila Covid-19 masih ada (cenderung stabil). Maka sekolah wajib menerapkan skema baru dalam PTM nantinya. Adapun skema yang disarankan Abdul Haris yakni dengan mengurangi jumlah peserta didik didalam ruang kelas.
“Jika memang harus PTM maka sekolah akan memiliki pekerjaan tambahan. Dengan menerapkan system dua shift. Misalnya dalam satu ruangan terdapat 20 siswa maka saat PTM dimasa pandemi ini maka harus 50 persen saja,” jelasnya.
Bejalar secara langsung di sekolah, menurutnya, bukan sekedar mentranfer ilmu dari guru ke peserta didik namun juga sekolah merupakan wadah bagi anak-anak untuk belajar dalam hal sosialisasi dan tenggang rasa kepada orang disekitarnya. Dan guru dapat sebgai role mode bagi murid.
“Yang jelas, banyak hal yang tidak didapatkan anak dirumah tapi mereka dapatkan saat disekolah,” pungkas Abdul Haris. *
— Reporter: JIS
— Editor: Ru






















Users Today : 8
Users Yesterday : 2
Total Users : 31975
Total views : 124404
Who's Online : 1