Samarinda, Info Benua – Musibah yang terjadi di Gunung Manggah yang menelan korban jiwa beberapa waktu lalu, menarik perhatian semua warga Kota Tepian. Sekelompok masyarakat yang tergabung dalam Forum Pemerhati Keselamatan Jalan (FPKJ) menggelar hearing dengan DPRD Samarinda Selasa tadi.
Rapat dengar pendapat itu dilakukan menanggapi musibah tabrakan maut yang terjadi pada Kamis (30/1) pekan lalu di Gunung Manggah, Jalan Otto Iskandar Dinata, Kecamatan Samarinda Ilir dan menewaskan empat orang.
Selamat Said, salah satu perwakilan dari FPKJ menyebut ada yang tidak beres dalam instansi pemerintahan dan mempertanyakan bagaimana bisa kendaraan angkutan barang dengan kondisi rem blong bebas melintas di jalan raya. “Ini tentu jadi pertanyaan, bagaimana uji KIR yang dilakukan pemerintah dalam hal ini Dishub (Dinas Perhubungan,red)” kata Selamat di Ruang Rapat Paripurna Gedung DPRD Samarinda.
Perwakilan lainnya Jufri Musa meminta agar ada tindakan yang bisa segera diambil. Seperti memangkas tanjakan Gunung Manggah agar tidak lagi terlalu terjal agar potensi kecelakaan bisa segera diminimalisir. “Banyak cara yang bisa dilakukan. Entah dipangkas atau seperti apa. Tanjakan yang terjal itu terlalu berbahaya,” sebutnya.
Sejauh ini, ada 3 tuntutan yang disampaikan dalam hearing tersebut. Pertama yakni meminta agar segera ada pengaturan lalu lintas diseputar area Gunung Manggah tersebut. Selain itu, warga juga meminta agar ada pembangunan flyover sebagai salah satu solusi jangka panjang kedepannya. Kasus penabrakan portal Jembatan Mahkota II pun juga diminta untuk segera diusut sebagai salah satu usulan dari masyarakat FPKJ. (kk/ru/ib).




















Users Today : 1
Users Yesterday : 11
Total Users : 32122
Total views : 130529
Who's Online : 1