Tanjung Selor, Info Benua – Peringatan Hari Pahlawan tahun ini, harus mampu melahirkan ide dan gagasan mentransformasikan semangat pahlawan menjadi keuletan dalam melaksanakan pembangunan. Selain itu, patut pula mentransformasikan keberanian untuk mencegah kemiskinan, dan transformasi kecerdikan untuk melakukan inovasi cerdas guna memperkuat daya saing bangsa dalam pergaulan dunia. Demikian disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie saat membacakan sambutan Menteri Sosial (Mensos) RI Agus Gumiwang Kartasasmita pada upacara peringatan Hari Pahlawan 2018 di Lapangan Agatish, Tanjung Selor, Senin.
Dituturkan Irianto, peringatan Hari Pahlawan 2018 harus mampu memperkuat nilai-nilai kepahlawanan, mempertebal rasa cinta tanah air dan meneguhkan semangat pengabdian bagi bangsa dan negara Indonesia.
“Peringatan ini, juga bukan semata sebuah acara tapi harus sarat makna dan penuh substansi untuk menggali dan memunculkan semangat baru dalam implementasi nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan sehari-hari. Ini penting, karena nilai kepahlawanan tak bersifat statis namun dinamis, dapat menguat bahkan melemah,” kata Gubernur.
Mengangkat tema “Semangat Pahlawan di Dadaku”, sedianya peringatan Hari Pahlawan tahun ini dapat memacu masyarakat Indonesia, khususnya Kaltara dapat berinisiatif mengabdikan hal yang bermanfaat untuk kemaslahatan diri, lingkungan sekitar, bagi bangsa dan negara. Lebih jauh lagi, peringatan ini menjadi momentum bagi bangsa Indonesia untuk mengintrospeksi diri.
Selain memperingati Hari Pahlawan, di upacara kemarin juga digelar peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2018. Di kesempatan ini, Gubernur membacakan sambutan Menteri Kesehatan (Menkers) Prof Dr dr Nila Djuwita F Moeloek. “Peringatan kali ini penting untuk mengingatkan bahwa derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya harus terwujud. Hal ini dapat terwujud apabila semua komponen bangsa berperan serta dalam upaya kesehatan dengan memprioritaskan promotif-preventif tanpa mengabaikan kuratif dan rehabilitatif,” tutur Irianto.
Dalam kaitan peran pemerintah untuk mendekatkan akses pelayanan kesehatan melalui perlindungan finansial telah dibayarkan iuran bagi penerima bantuan iuran (PBI). Di Kaltara sendiri, menurut Gubernur, hal tersebut sudah dilakukan sejak awal 2018 dengan skema pembiayaan 40 persen dari Pemprov Kaltara dan 60 persen diwenangkan kepada Pemerintah Kabupaten/Kota. Tercatat, hingga 15 Oktober lalu, kepesertaan PBI program JKN-KIS di Kaltara mencapai 98,37 persen. “Ini menempatkan Kaltara, sebagai provinsi ke-6 yang mencapai status Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia,” ulas Gubernur. Adapun jumlah kepesertaan JKN-KIS di Kaltara sebanyak 625.024 jiwa.
Di sela upacara, Gubernur juga menerima penghargaan dari Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan atas keberhasilan Provinsi Kaltara meraih status Universal Health Coverage (UHC) per 1 Oktober 2018. Penghargaan ini diserahkan Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Andayani Budi Lestari. Penghargaan serupa juga diserahkan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Tarakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Malinau, Nunukan dan Tana Tidung. Selanjutnya, Gubernur menyerahkan kartu kepesertaan PBI JKN-KIS kepada perwakilan peserta. Dan, memberikan hadiah bagi tenaga kesehatan teladan dan lomba balita sehat, juara lomba melukis dan apresiasi bagi 5 ASN yang telah berpartisipasi dalam Jambore Inovasi Kalimantan di PKP2A III LAN Samarinda-BPSDM se-Kalimantan sejak 2016-2018. (roy/adv).





















Users Today : 3
Users Yesterday : 4
Total Users : 31965
Total views : 123992
Who's Online : 1