Sangatta, Info Benua — Semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) 2018 nanti, Pemkab Kutim selaku tuan rumah terus melakukan upaya konkret untuk mematangkan persiapan.
Mulai dengan meningkatkan koordinasi hingga sharing (berbagi) dengan para pihak terkait yang terlibat.
Dalam agenda rapat kordinasi yang sementara menggantikan Coffee Morning, di awal minggu pertama Bulan Ramadhan 1438 H, Wakil Bupati Kasmidi Bulang didampingi Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Irawansyah meminta laporan lanjutan terkait progres persiapan tuan rumah Kutim melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), di Ruang Meranti, Senin.
Karena PB Porprov sudah terbentuk, Seskab Irawansyah meminta Dispora menggencarkan persiapan hingga benar-benar matang.
Artinya suka tidak suka, panitia penyelenggara harus siap dan tidak boleh ada ada kesalahan. Seanjutnya pemilihan venue-venue pertandingan di Kutim harus segera di inventarisir.
Apa saja dan apakah sudah siap? Jika ada kekurangan diminta segera dibenahi, bekerja sama dengan beberapa stakeholder. Pasalnya ada beberapa cabor menggunakan gedung perusahaan setempat.
“Ya ini menjadi catatan agar semua data lengkap, kita bisa mengukur kemampuan dan kekuatan Kutim mengalokasikan anggaran untuk venue pertandingan.
Termasuk rehab-rehab (renovasi) atau perbaikan venue secepatkan diselesaikan. Jadi sebelum kegiatan utama berlangsung semuanya sudah siap,” kata Irawansyah.
Dia menyebut semua itu untuk mendukung kelancaran kerja panitia penyelenggara. Ada usulan Pemkab Kutim melalui Dispora yakni dana Rp 50 Miliar, namun masih menunggu hasil hibah bantuan dari Pemprov Kaltim.
Sebagai tambahan jumlah cabor yang akan dipertandingkan berjunlah 53 sesuai kesepakatan PB Porprov, KONI Kutim dengan KONI Kaltim.
Irawansyah juga menambahkan terkait logo Porprov siap di umumkan pada 3 Juni mendatang. Sudah ada tiga kandidat peserta masuk nominasi dan berpeluang menjadi juara.
Nantinya ada penilaian dari juri termasuk dari Bupati sebagai Ketua Umum PB Porprov, Wakil Bupati, dan juga Kepala Dispora.
Ada tiga logo yang masuk dan mempunyai kekuatan dan kekhasan masing-masing yaitu mewakili icon Kutim mulai dari binatang Buaya, Burung Enggang, dan Singa Mose.
Sementara itu, Syahril perwakilan dari Dispora Kutim mengatakan sejauh ini timya masih menunggu hasil verifikasi seluruh cabor yang positif dipertandingkan.
Termasuk juga daftar nama atlet kontingen mulai dari inti dan cadangan.
Berikutnya yang menjadi pekerjaan rumah yaitu masih terkendala adanya kepengurusan di cabor-cabor, yakni yang sudah jatuh tempo (artinya masa aktif sudah habis).
“Kami akan segera melakukan pemutihan ataupun pelantikan kepengurusan baru guna melancarkan persiapan data-data cabor memudahkan pekerjaan sekaligus berkoordinasi dengan KONI Kutim dan KONI Kaltim,” tutupnya. (as/adv).






















Users Today : 2
Users Yesterday : 4
Total Users : 31953
Total views : 122912
Who's Online : 1