Jakarta, Info Benua — Percepatan beroperoperasinya Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta Trans Kalimantan (KEK MBTK) kembali dibahas di kantor Kementerian Ekonomi di Jakarta, Jumat. Pertemuan itu dipimpin langsung Menko Perekonomia Darmin Nasution dan Bupati Kutim H. Ismunandar juga turut hadir pada pertemuan yang sangat penting tersebut.
Pada pertemuan tersebut, Menko Perekonomian Darmin Dasution menyambut baik keberadaa KEK MBTK, sebab jika kawasan itu segera beroperasi akan berdampai positif terhadap pelaksanaan investasi di kawasan tersebut. Dengan demikian, akan memberikan dampak perekonomian masyarakat sekitar Sangkulirang dan Kaliorang.
Pertemuan berlangsung di ruang Rapat Mahakam Lantai III, Gedung Ali Wardhana, jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Bupati Kutim didampingi Asisten Kesra Kutim Mugeni dan Kabag Humas Pemkab Kutim H Imam Sujono Lutfi.
Pertemuan kali ini membahas masalah sertifikasi lahan KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, kemudian Tanjung Api-Api, Bitung dan Morotai. Pada kesempatan itu, Menko Bidang Perekonomian Darmin Nasution meminta kepada Pemkab Kutim agar sertifikasi yang sudah rampung langsung dijalankan, sehingga proses percepatan KEK MBTK bisa segera dilaksanakan.
“Sedangkan yang belum lengkap bisa menyusul untuk segera diselesaikan. Diharapkan dalam waktu dua pekan sudah bisa dirampungkan kelengkapan berkasnya, sehingga semua berkas bisa secepatnya sertifikasi dengan baik. Dengan demikian operasional nanti tidak mengalami kendalam berarti,” pinta Menko Perekonomian ini.
Bupati Kutim Ismunandar pada pertemuan itu juga mendukung percepatan KEK MBTK tersebut. Terutama masalah sertifikasi lahan ini agar segera dirampungkan, sehingga semua proses operasional dan pembangunan kawasan tidak mengalami hambatan. Pihaknya meminta kepada seluruh jajaran yang terkait untuk segera melengkapi berkas yang belum lengkap, sambil menunggu proses yang sudah selesai, sehingga yang belum lengkap bisa menyusul.
Dijelaskan, pembangunan KEK MBTK itu akan memberikan dampak positif bagi Kutai Timur. Sebab, perekonomian akn menggeliat dan diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang serta sekitarnya.
“Keberadaan KEK MBTK akan memberikan sumbangsih terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kutim ke depan. Kita harus mendukung sepenuhnya. Jika ada berkas yang belum lengkap, secepatnya dilengkapi guna mempercepat proses sertifikasi lahan di sana (Maloy),” pinta orang nomor satu di Kutim ini.
Masalah tersebut, juga pernah dibahas pada 27 Februari lalu didi Ruang Rapat Menko Perekonomian. Waktu itu Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak hadir dan menyampaikan presentase didampingi Bupati Kutim H Ismunandar. (ru/adv).























Users Today : 1
Users Yesterday : 1
Total Users : 31844
Total views : 118401
Who's Online : 1