Sebatik, Info Benua – Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie bersama Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault menghadiri pembukaan Kemah Bela Negara (KBN) Tingkat Nasional I di Bumi Perkemahan Bambangan, Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Jumat. Pembukaan perkemahan yang dimulai pada 2 hingga 7 Mei itu diawali dengan Upacara Buka Adat Bhineka Tunggal Ika. Dilanjutkan dengan upacara pembukaan KBN Tingkat Nasional I 2018. Dimana bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup) Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault. KBN I disertai 1.500 warga perkemahan dengan 24 Sangga Kerja.
Selain perkemahan dan pameran, pada KBN ini juga dilakukan observasi, penelitian, kegiatan semiloka dan lainnya. “Saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kaltara, Bupati Nunukan, masyarakat Sebatik dan lainnya sehingga kegiatan ini dapat terlaksana,” kata Adhyaksa.
Pada kegiatan bertema ‘Pramuka Perekat NKRI’ ini, Ketua Kwarnas juga menegaskan bahwa lewat KBN ini, NKRI harus dijaga setiap kader Pramuka. “Ada ‘4-I’ yang akan mengubah wajah dunia. Yakni, industri, investasi, individualis, dan informasi. Informasi yang masuk kini misalnya, sangat dahsyat. Baik yang positif maupun negatif. Untuk itu, butuh upaya untuk menanganinya, dan harus dihadapi dengan jatidiri bangsa yang matang,” paparnya.
Adhyaksa juga menuturkan, setiap anggota Pramuka di Indonesia, khususnya Kaltara harus mampu memperhatikan dan mengawasi lingkungan masing-masing dari bahaya narkoba. Dimana, kini perkembangannya sungguh berbahaya sekali. “Peredaran narkoba di Indonesia merupakan upaya sistematis dari luar untuk menghancurkan bangsa Indonesia. Atas hal itu, Pramuka diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan peredarannya,” urainya.
Sehubungan dengan pelaksanaan KBN tingkat Nasional I sendiri, Gubernur menyampaikan penghargaan dan apresiasinya kepada Kwarnas Gerakan Pramuka yang telah memberikan kehormatan bagi Kaltara, khususnya Pulau Sebatik untuk menjadi tuan rumah KBN Tingkat Nasional I 2018.
Gubernur menyadari, sebagai provinsi baru dan termuda di Indonesia, dalam pelaksanaan KBN ini, banyak keterbatasan dan kekurangan yang ditemui. Namun, hal ini sedianya akan menjadi pembelajaran yang baik bagi pelaksanaan KBN kedepan. Apresiasi terhadap terlaksananya KBN ini, berhubungan dengan beragam situasi yang akan dihadapi masyarakat Indonesia kedepan, khususnya masyarakat perbatasan. Utamanya, serangan atau pengaruh kultural asing dari semua sisi. Serangan ini, diyakini Gubernur mampu merapuhkan daya tahan dan daya juang bangsa Indonesia. “Untuk itu, KBN ini tak hanya menjadi ajang seremonial. Tapi, dapat menjadi tonggak pencegahan dampak negatif dari serangan kultural asing itu,” jelas Gubernur.
Usai upacara pembukaan, Gubernur didampaingi Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltara H Udin Hianggio, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kaltara Marthen Sablon, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid dan sejumlah pejabat lainnya menyerahkan secara simbolis bantuan kepada sejumlah elemen masyarakat. (roi/adv).






















Users Today : 1
Users Yesterday : 1
Total Users : 32076
Total views : 128166
Who's Online : 1