Tanjung Selor, Info Benua – Selain sektor perhubungan udara, jalur transportasi laut dan sungai juga menjadi perhatian bagi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Apalagi secara geografis, jalur transportasi di Kaltara didominasi melalui laut dan sungai. Selain untuk memberikan kenyamanan bagi masyarakat, pembangunan dan revitalisasi pelabuhan, serta pembenahan jalur transportasi sungai dan laut juga untuk mempelancar keluar masuknya barang.
Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie mengungkapkan, ada beberapa pelabuhan yang akan dibangun oleh Pemprov Kaltara. Di antaranya, Pelabuhan Pesawan sebagai pengganti Pelabuhan Kayan I, Tanjung Selor. Lalu, Pelabuhan Bunyu di Kabupaten Bulungan, Pelabuhan Tengkayu I Tarakan, dan Pelabuhan Sungai Ular di Kabupaten Nunukan. “Rencana pembangunan Pelabuhan Pesawan, sebelumnya telah mendapatkan dukungan dari Menteri BUMN (Badan Usaha Milik Negara)-Rini Sumarno. Selain itu, rencana ini juga sudah memiliki dokumen Studi Kelayakan, DED (Detail Engineering Design) dan tahun ini akan dilakukan pembebasan lahan,” kata Irianto.
Luasan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Pelabuhan Pesawan, sekitar 60 hektare. Di mana untuk pembebasannya, dilakukan dalam tiga tahap. Untuk tahap I akan dibebaskan seluas 20 hektare, tahap II 33 hektare, dan tahap III 7 hektare. “Pembangunannya pun dirancang dalam tiga tahap. Dimana akan dimulai dari tahapan pembangunan konstruksi pelabuhan, kawasan pergudangan dan perkantoran. Yang terpenting, usulan ini mendapat respon baik Menhub dan akan ditindaklanjuti secara intensif oleh Pemprov Kaltara sebagaimana advis Menhub,” papar Irianto.
Selain itu, adalah sinkronisasi rencana pembangunan pelabuhan di Pulau Bunyu, Kabupaten Bulungan dengan blue print pembangunan bidang transportasi Kemenhub. “Pemprov Kaltara melalui Dinas Perhubungan (Dishub) sudah membuat perencanaan untuk membangun pelabuhan feri dan speedboat di Pulau Bunyu. Ini disesuaikan dengan permintaan masyarakat Bunyu, agar mampu memeratakan disparitas harga barang disana. Mengingat, kini harga barang di Bunyu diinformasikan semakin tinggi. Lantaran sulitnya akses barang masuk ke Pulau Bunyu,” urai Gubernur.
Adapun estimasi kebutuhan anggaran yang diusulkan Pemprov Kaltara untuk kegiatan ini, sekitar Rp 105,6 miliar. Yang meliputi pekerjaan persiapan, pematangan lahan dan reklamasi sekitar Rp 20,2 miliar. Lalu, pekerjaan pembangunan trestle dan pedestrian Rp 31,8 miliar. Pekerjaan pembangunan dermaga kapal feri Rp 21,3 miliar, serta pekerjaan pembangunan dermaga speedboat Rp 7,6 miliar, dan pekerjaan pembangunan bangunan penunjang Rp 15,1 miliar. Ditambah pajak.
Kegiatan lain yang mulai berjalan sejak 2017 lalu, adalah pengembangan atau revitalisasi Pelabuhan Tengkayu I di Kota Tarakan. “Usulan kegiatan ini kami sampaikan, mengingat kepadatan penumpang yang semakin tinggi. Estimasinya, 1.500 hingga 2.000 penumpang per hari melalui Pelabuhan Tengkayu I. Untuk itu harus dibenahi,” ungkap Gubernur.
Untuk pengembangan Pelabuhan Tengkayu I ini, berdasarkan Rencana Anggaran Biaya yang diterbitkan Dishub Kaltara, kebutuhan total anggaran mencapai Rp 225,1 miliar. Adapun realisasi anggaran yang sudah terlaksana untuk tahap I dan II sekitar Rp 40 miliar. “Artinya, masih ada sisa anggaran biaya yang dibutuhkan sekitar Rp 185,1 miliar. Nah disini kami minta kehadiran Kemenhub,” jelas Irianto. (as/ru/roi/adv).






















Users Today : 2
Users Yesterday : 2
Total Users : 31842
Total views : 118264
Who's Online : 1
Comments 1