Tarakan, Info Benua — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Dr H Irianto Lambrie, menginginkan adanya perubahan pola pikir atau mindset masyarakat. Terutama para petani di wilayah ini, agar tidak terlalu dimanjakan dengan Sumber Daya Alam (SDA) di Kaltara yang memang berlimpah. Demikian disampaikan Gubernur saat membuka membuka Seminar Antara tentang Survei Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) Pra Desain Perluasan Sawah Tahun Anggaran 2017 di Swiss-Belhotel Tarakan, Selasa.
Acara ini merupakan kerja sama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dengan ULS Pengembangan Ekonomi Regional dan Budaya Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda. “Kegiatan ini sangat penting, karena berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan pangan. Saya minta kepada para peserta seminar, terutama kabupaten dan kota untuk bisa memanfaatkan hasil survei ini,” kata Irianto.
Perluasan sawah, menurut Irianto, merupakan salah satu program pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan), sebagai upaya dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan dan gizi yang makin berkualitas, yang memenuhi standar kebutuhan masyarakat. “Selain dari APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara), kalau anggaran tersedia, perluasan sawah kemungkinan nanti juga ada dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Provinsi,” ungkapnya.
Kaltara, kata Irianto, memiliki potensi yang sangat besar untuk pengembangan pertanian. Selain lahan yang luas, sumber air juga mencukupi, bahkan berlebih. “Hal ini patut kita syukuri. Tinggal bagaimana kita mengelola potensi tersebut,” ujar Irianto.
Ditegaskan, persoalan terpenting dalam memaksimalkan SDA yang ada ini, adalah bagaimana mengubah pola pikir atau mindset masyarakat. “Jangan banyak mengeluh, masyarakat harus kerja keras, kerja ulet. Kita akui selama ini, masyarakat sering lamban bekerja, karena dimanjakan oleh alam. Itu yang harus kita ubah,” tegasnya.
Terkait dengan seminar tersebut, Gubernur berharap agar bukan sekedar mengungkap hal-hal teknis. Tapi perlu ada gagasan baru terkait pertanian. “Sebagaimana kita ketahui, inovasi dan kreativitas itu sangat penting,” ulasnya.
Gubernur menambahkan, berdasarkan survei Bank Dunia, ada 4 hal yang perlu diketahui jika ingin suatu daerah atau negara maju dan berkembang. Pertama sebutnya, adalah inovasi dan kreativitas. Disusul kemudian networking atau jaringan. “Dari survei tersebut, dua hal ini menentukan 70 persen keberhasilan. Sisanya adalah teknologi dan SDA yang tersedia,” ujar Irianto.
Untuk diketahui acara seminar tersebut diselenggarakan oleh Pemprov Kaltara melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP). Kegiatan diikuti oleh dinas pertanian kabupaten dan kota se Provinsi Kaltara. (hms/adv/as).






















Users Today : 6
Users Yesterday : 2
Total Users : 31887
Total views : 119611
Who's Online : 1